<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>tigerbear</title>
	<atom:link href="http://tigerbear.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tigerbear.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Mar 2009 09:49:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tigerbear.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/336236376d3033adf776fd18acd01beb?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>tigerbear</title>
		<link>http://tigerbear.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Serangan &#8220;Bersenjata&#8221; Terencana Seekor Simpanse</title>
		<link>http://tigerbear.wordpress.com/2009/03/25/serangan-bersenjata-terencana-seekor-simpanse/</link>
		<comments>http://tigerbear.wordpress.com/2009/03/25/serangan-bersenjata-terencana-seekor-simpanse/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 09:48:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tigerbear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Satwa dan Tetumbuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tigerbear.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah insiden unik yang mengejutkan terjadi di taman hewan Furuvik Zoo, Swedia. Seekor simpanse melakukan perencanaan terselubung dan menyerang para pengunjung dengan lemparan batu bertubi-tubi. Ini membuktikan bahwa simpanse bisa melakukan tahapan perencanaan seperti juga manusia!

Para peneliti Swedia dikejutkan dengan peristiwa tersebut. Sang simpanse melakukan tindakan ini dengan sangat hati-hati dan terencana. Adalah Santino, seekor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=142&subd=tigerbear&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><div id="attachment_143" class="wp-caption alignleft" style="width: 138px"><img src="http://tigerbear.files.wordpress.com/2009/03/00-hl-foto-utama-sweden-angry-chimp_admi.jpg?w=128&#038;h=85" alt="Santino the Chimp" title="sweden-angry-chimp_admi" width="128" height="85" class="size-thumbnail wp-image-143" /><p class="wp-caption-text">Santino the Chimp</p></div> Sebuah insiden unik yang mengejutkan terjadi di taman hewan Furuvik Zoo, Swedia. Seekor simpanse melakukan perencanaan terselubung dan menyerang para pengunjung dengan lemparan batu bertubi-tubi. Ini membuktikan bahwa simpanse bisa melakukan tahapan perencanaan seperti juga manusia!</p>
<p><span id="more-142"></span><br />
Para peneliti Swedia dikejutkan dengan peristiwa tersebut. Sang simpanse melakukan tindakan ini dengan sangat hati-hati dan terencana. Adalah Santino, seekor simpanse yang memang memiliki perilaku anti-sosial terhadap para pengunjung dan perawatnya di taman hewan itu. Simpanse jantan usia 31 tahun tersebut mengawali aksinya dengan mengumpulkan bebatuan dan pecahan tembok yang menahannya, sejak pagi buta. Ia menunggu hingga hampir tengah hari sebelum akhirnya secara mendadak melakukan lemparan terarah berkali-kali terhadap para pengunjung yang menghampiri kandangnya.</p>
<p>Sesuai laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology yang dilansir AP dan yahoonews, Senin, perilaku perencanaan ini memperlihatkan bahwa bangsa kera ternyata bisa melakukan tindakan yang cukup kompleks. &#8220;Ini mengimplikasikan bahwa mereka (simpanse) punya tingkat kesadaran tinggi, termasuk simulasi mental pada kejadian potensial,&#8221; kata Mathias Osvath, peneliti dari Lund University, yang menuliskan laporan tersebut.</p>
<p>Temuan Osvath berdasarkan pada studi observasi dan wawancara terhadap tiga perawat senior Santino, yang telah bersama hewan tersebut selama 10 tahun di taman hewan Furuvik. </p>
<p>Agaknya, dengan kenyamanan posisinya sebagai pemimpin, Santino tidak melakukan serangan terhadap sesama simpanse. Serangan yang dilakukannya memang langsung diarahkan pada manusia yang kerap mengunjungi teritorinya di area taman hewan yang berjarak 150 km utara Stockholm itu.</p>
<p>Begitupun, menurut Osvath, Santino terhitung sangat jarang melakukan serangan biasa terhadap pengunjung. Selama ini tak ada seoorang pun yang mengalami luka serius terhadap aksi penyerangan yang pernah dilakukannya.</p>
<p>Tindakan perencanaan dan penyerangan mendadak kali ini mengonfirmasikan hasil eksperimental di laboratorium dalam laporan tahun 2006 oleh para peneliti Institut Max Plank untuk Kajian Evolusi Antropologi (Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology) di Lepzig, Jerman. Dalam laporan itu disebutkan bahwa orangutan dan bonobo (jenis lain simpanse) terbukti mampu membuat peralatan untuk meraih buah-buahan anggur, dan punya daya ingat untuk selalu membawa peralatan tersebut untuk tugas yang sama dalam beberapa jam berikutnya.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan hasil observasi yang amat penting,&#8221; kata Joseph Call, yang menulis laporan tersebut tahun 2006. &#8220;Setiap kali dilakukan kombinasi perubahan secara ekperimental, hasiilnya selalau konsisten sama.&#8221;</p>
<p>Ia menegaskan bahwa ada perbedaan besar secara individual di antara sesama simpanse,<br />
sehingga hasil observasi tersebut tidak lantas memukul rata bahwa semua simpanse punya kemampuan dan perencanaan yang sama.</p>
<p>&#8220;Ini bisa membuktikan bahwa simpanse itu (yang menjadi sampel) punya tingkat kecerdasan (seperti juga manusia), sehingga dibutuhkan lebih banyak riset untuk simpanse lainnya. Namun berdasarkan hasil penelitian kami, perilaku yang cenderung sama juga terjadi pada orangutan dan bonobo,&#8221; tegas Call.</p>
<p>Sementara Osvath mengatakan, simpanse itu (Santino) teramati suka mengetuk-ngetuk tembok pelindung di taman hewan Furuvik untuk mengidentifikasi bagian terlunak dari bangunan itu dan melepas sejumlah bongkahan kecil dari tembok. Bila bongkahan itu terlalu besar untuk dilemparkan, ia akan memecahnya menjadi bagian yang lebih kecil, sebelum memanfaatkannya sebagai senjata lemparnya.</p>
<p>&#8220;Ini sangat unik&#8230; manakala ia (Santino) untuk pertamakalinya menyadari bisa menggunakannya sebagai senjata, ia kemudian memikirkan untuk menggunakannya dalam serangan mendadak terencana,&#8221; tutur OSvath. &#8220;Ini lebih kompleks dari yang kami ketahui sebelumnya.&#8221;</p>
<p>Kenyataannya, sang simpanse tetap tenang dalam menyiapkan senjatanya itu. Ia menggunakannya setelah melakukan penilaian situasi secara ekstrim, yang membuktikan bahwa tingkahlaku melalui perencanaan ini bukan didasari oleh sikap emosional yang mendadak muncul seketika. </p>
<p>Untuk sementara waktu, akibat &#8220;penyerangan bersenjata&#8221; itu, petugas taman hewan Furuvik mengandangkan Santino pada pagi hari agar ia tak bisa mengumpulkan amunisi untuk serangan berikutnya. </p>
<p>Simpanse biasanya hanya dilepas di alam terbuka antara April dan Oktober, dan perilaku unik Santino (menyerang manusia) biasanya muncul pada Juni dan Juli. </p>
<p>&#8220;Ini merupakan tingkah laku normal bagi pejatan pemimpin yang ingin memengaruhi lingkungan sekitarnya&#8230; namun ia agaknya frustasi karena melihat orang-orang yang berada di luar jangkauannya selalu menatapnya dan menertawakannya,&#8221; kata Osvath, &#8220;Mungkin ia merasa tidak suka terlihat aneh dan konyol setiap waktu.&#8221; (AP/BC/YN &#8211; dimuat di HARI INI edisi 10 Maret 2009)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tigerbear.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tigerbear.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tigerbear.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tigerbear.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tigerbear.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tigerbear.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tigerbear.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tigerbear.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tigerbear.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tigerbear.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=142&subd=tigerbear&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tigerbear.wordpress.com/2009/03/25/serangan-bersenjata-terencana-seekor-simpanse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a920976d36c70689e96e4f45cf30e8a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tigerbear</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tigerbear.files.wordpress.com/2009/03/00-hl-foto-utama-sweden-angry-chimp_admi.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">sweden-angry-chimp_admi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Parfum Firaun Hatshepsut, Misteri Wewangian Berusia 3.500 tahun</title>
		<link>http://tigerbear.wordpress.com/2009/03/25/parfum-firaun-hatshepsut-misteri-wewangian-berusia-3500-tahun/</link>
		<comments>http://tigerbear.wordpress.com/2009/03/25/parfum-firaun-hatshepsut-misteri-wewangian-berusia-3500-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 07:47:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tigerbear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tigerbear.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan boleh saja memegang kekuasaan seperti seorang lelaki, tetapi bagi ratu Mesir Hatshepsut wewangian dan kekuasaan adalah dua bagian yang berimbang dalam masa pemerintahannya.  
Dunia mungkin akan bisa mengendus wangi seorang ratu kuno, manakala penelitian terhadap parfum yang pernah digunakan Hatshepsut, firaun perempuan sangat perkasa yang memerintah Mesir kuno selama 20 tahun sejak 1479 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=139&subd=tigerbear&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><div id="attachment_140" class="wp-caption alignleft" style="width: 81px"><img src="http://tigerbear.files.wordpress.com/2009/03/00-hl-utama-hatshepsut.jpg?w=71&#038;h=95" alt="Imej sang ratu Hatshepsut. " title="profil hatshepsut" width="71" height="95" class="size-thumbnail wp-image-140" /><p class="wp-caption-text">Imej sang ratu Hatshepsut. </p></div> Perempuan boleh saja memegang kekuasaan seperti seorang lelaki, tetapi bagi ratu Mesir Hatshepsut wewangian dan kekuasaan adalah dua bagian yang berimbang dalam masa pemerintahannya.  </p>
<p>Dunia mungkin akan bisa mengendus wangi seorang ratu kuno, manakala penelitian terhadap parfum yang pernah digunakan Hatshepsut, firaun perempuan sangat perkasa yang memerintah Mesir kuno selama 20 tahun sejak 1479 Sebelum Masehi (SM) – 1957 SM, selesai dilakukan.<br />
<span id="more-139"></span></p>
<p>Tim periset dari Bonn University Egyptian Museum di Jerman telah menganalisis satu kendi logam milik sang ratu terkenal itu dan menemukan residu  yang diduga kuat sebagai sisa parfum yang digunakannya. Langkah berikutnya dari penelitian ini adalah mencoba merekonstruksi aroma yang sangat mirip dengan bahan kemenyan impor langka kualitas istimewa dari wilayah Somalia modern.</p>
<p>Jika upaya para peneliti ini berhasil maka ini menjadi peristiwa pertama kalinya parfum masa firaun dicipta-ulang.</p>
<p>Hatshepsut naik tahta Firauan Mesir, yang jarang dipegang seorang wanita, kala saudara tiri yang juga suaminya,  Firaun Thutmose II meninggal dunia tanpa keturunan lelaki.  Ia memegang tampuk pimpinan sebagai penjabat sementara sampai putra tirinya Thutmose III cukup dewasa. Namun selama masa yang singkat itu, ia berhasil  menjadi pemimpin yang amat hebat melebihi firaun lelaki lain, sampai akhir hayatnya pada 1457 SM.</p>
<p>Meskipun hanya perempuan, Hatshepsut selama dua dekade menjadi satu firauan paling berhasil. Ia memerintah  layaknya lelaki , bahkan pernah memimpin setidaknya satu kali gerakan kampanye militer. Tetapi selama kepemimpinannya, walau terjadi sejumlah perang sporadis, Mesir tetap dalam keadaan aman dan tenteram. Di masanya juga berlangsung sejumlah proyek pembangunan yang amat impresif. Dalam sejarah Mesir kuno, Hetsheput juga amat berjasa dan dikenal luas sebagai firaun yang membuka rute dagang wilayah selatan yang diwarnai pertempuran, tetapi ia berhasil juga mengamankan rute dagang itu sehingga menambah kemakmuran kerajaannya.</p>
<p>Ia juga dikenal  sangat berani dan prestisius dengan meluncurkan satu ekspedisi caravan maritim ke daratan kuno Punt –sekarang  daratan ini disebut sebagai Tanduk Afrika (Horn of Africa)- dan kapal itu kembali dengan rempah-rempah langka berikut tetumbuhan wewangian yang kemudian ditanam ulang di dekat kuil pemujaannya (berdasarkan dokumen kuno, bangunan ini masih dalam konstruksi sebelum kematiannya).</p>
<p>“Kemenyan wangi amatlah berharga di masa Mesir Kuno dan digunakan hanya untuk kuil-kuil dan raja-raja,” ujar Michael Hoveler-Muller, kurator di Bonn University Egyptian Museum.</p>
<p>Kemenyan ini yang dicurigai para peneliti telah mereka temukan di dalam sebuah wadah khusus dengan rajah nama sang ratu. Menggunakan teknik sinar X yang amat kuat, sisa-sisa cairan yang telah mengering akhirnya bisa ditemukan di dasar wadah tersebut. Farmakologi kini tengah menganailis residu itu dan mencoba membuat ulang parfum tersebut persis seperti aslinya, untuk mengetahui aroma wewangian yang pernah dipakai Hatshepsut sekitar 3.500 tahun lalu.</p>
<p>“Aku ingin melihat residu parfum itu, karena aku punya petunjuk bagus –bentuk botol itu sangat menyerupai botol parfum asli yang masih tertutup,” kata Hoveler-Muller kepada LiveScience yang dikutip dari yahoonews, Selasa malam.</p>
<p>Penggunaan parfum adalah biasa bagi kaum perempuan bangsawan kelas atas Mesir, namun  sang ratu ini punya parfum istimewa dari campuran bahan tumbuhan yang teramat langka (di masa itu).</p>
<p>“Parfum (pada masa Mesir kuno senantiasa berupa minyak) diproduksi khusus hanya untuk golongan masyarakat kelas atas. Orang Mesir menggunakan bunga-bunga lokal, buah-buahan dan kayu aromatik sebagai bahan dasar wewangiannya (bahan wangi itu dicampur dengan minyak khusus tak berbau, sehingga menjadi parfum wangi berupa minyak),”  detail Hoveler-Muller.</p>
<p>Kecintaan Hatshepsut pada wewangian agaknya setara dengan hasratnya dalam proyek kekuasan, sebuah sentuhan kehalusan dalam tangan firaun perempuan terhebat dalam sejarah Mesir. Selama ini banyak lukisan dan patung Hatshepsut yang memperlihatkan imej kejantanannya dengan berpakaian seperti lelaki sejati, memberi gambaran kasar pada aspek kewanitaannya. Namun dengan ditemukannya parfum mahal miliknya yang biasanya hanya digunakan para dewa dan raja besar, tentu akan memberi nuansa lain pada imej sang ratu.</p>
<p>Ratu Hatsheput menjadi berita besar pada tahun 2007, kala jasadnya yang dimumi berhasil diidentifikasi para ahli Mesir dengan menggunakan uji DNA dan dental X-rays. Membuatnya menjadi firauan kedua yang jasadnya teridentifikasi dalam keluarga kerajaan  Mesir kuno setelah King Tutankhamen (Tut) pada 1922.* (livescience/yahoonews/evin)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tigerbear.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tigerbear.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tigerbear.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tigerbear.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tigerbear.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tigerbear.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tigerbear.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tigerbear.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tigerbear.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tigerbear.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=139&subd=tigerbear&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tigerbear.wordpress.com/2009/03/25/parfum-firaun-hatshepsut-misteri-wewangian-berusia-3500-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a920976d36c70689e96e4f45cf30e8a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tigerbear</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tigerbear.files.wordpress.com/2009/03/00-hl-utama-hatshepsut.jpg?w=71" medium="image">
			<media:title type="html">profil hatshepsut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Misteri Jeritan dari Luar Angkasa</title>
		<link>http://tigerbear.wordpress.com/2009/03/24/misteri-jeritan-dari-luar-angkasa/</link>
		<comments>http://tigerbear.wordpress.com/2009/03/24/misteri-jeritan-dari-luar-angkasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 08:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tigerbear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tigerbear.wordpress.com/2009/03/24/misteri-jeritan-dari-luar-angkasa/</guid>
		<description><![CDATA[Raungan aneh menggema di luar angkasa. Tak seorangpun yang tahu apa penyebabnya. Siapa bilang angkasa itu sunyi? 

Satu tim ahli astronomi telah menemukan suara kosmik aneh  yang enam kali lebih kuat dari yang didugaan. Gelombang suara itu tentunya tak bisa melintasi ruang hampa udara, seperti kebanyakan tempat di luar angkasa, atau setidaknya suara tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=131&subd=tigerbear&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Raungan aneh menggema di luar angkasa. Tak seorangpun yang tahu apa penyebabnya. Siapa bilang angkasa itu sunyi? </p>
<p><span id="more-131"></span><br />
Satu tim ahli astronomi telah menemukan suara kosmik aneh  yang enam kali lebih kuat dari yang didugaan. Gelombang suara itu tentunya tak bisa melintasi ruang hampa udara, seperti kebanyakan tempat di luar angkasa, atau setidaknya suara tak bisa merambat secara efektif di tempat seperti itu. Namun gelombang radio bisa menembus ruang hampa itu. Gelombang radio bukanlah gelombang suara, tetapi tetap saja merupakan gelombang elektromagnetik, yang terkondisi pada frekuensi paling rendah di spektrum cahaya. </p>
<p>Sejumlah besar obyek di alam raya, termasuk bintang-bintang dan quasar, memancarkan gelombang radio. Tak kecuali galaksi kita Bima Sakti (Milky Way), memancarkan sebuah desisan statis. Sebuah desisan yang pertama kali terdeteksi oleh Karl Jansky pada 1931. Galaksi lain juga mengirimkan latar desisan radio. </p>
<p>Namun signal yang terdeteksi baru-baru ini, dideskripsikan  pada Rabu lalu (Seperti yang dilansir dari Sapcecom dan Yahoonews pada pertemuan ke-213 American Astronomical Society, sebagai suara terkuat  paling jauh dari yang diduga para ahli.</p>
<p>Ada sesuatu yang baru dan sangat menarik sedang berlangsung di luar atmosfer Bumi, begitu ungkapan Alan Kogut dari Pusat Penerbangan Angkasa Goddars &#8211; NASA, di Greenbelt.</p>
<p>Satu tim yang dipimpin Kogurt  berhasil mendeteksi signal tersebut dengan perangkat balon angkasa bernama ARCADE (Absolute Radiometer for Cosmology, Astrophysics, and Diffuse Emission). </p>
<p>Pada Juli 2006, istrumen itu diluncurkan dari Fasilitas Balon Sains Columbia milik NASA di palestine, Texas, dan mencapai ketinggian sekitar 36.500 meter), area lapisan tipis atmosfer yang bersentuhan langsung dengan ruang hampa udara luar angkasa.<br />
There is &#8220;something new and interesting going on in the universe,&#8221; said Alan Kogut of NASA&#8217;s Goddard Space Flight Center in Greenbelt, Md.</p>
<p>Misi ARCADE adalah mencari tanda-tanda angkasa dari panas yang dihasilkan generasi pertama bintang, namun justru ia menangkap raungan dari luar angkasa. Sejauh ini raungan tersebut tetap menjadi misteri. Para ilmuwan menegaskan mereka sungguh tidak mengetahui suara apa sebenarnya itu&#8230;</p>
<p>Apakah ini merupakan hasil peristiwa alam di luar angkasa, berkas pantulan gelombang radio dari Bumi, atau adanya signal radio dari planet dan galaksi lain yang dihasilkan mahluk luar angkasa? * (disarikan dari berbagai sumber)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tigerbear.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tigerbear.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tigerbear.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tigerbear.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tigerbear.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tigerbear.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tigerbear.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tigerbear.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tigerbear.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tigerbear.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=131&subd=tigerbear&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tigerbear.wordpress.com/2009/03/24/misteri-jeritan-dari-luar-angkasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a920976d36c70689e96e4f45cf30e8a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tigerbear</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikmati Sensasi Jeram Sungai Bingei</title>
		<link>http://tigerbear.wordpress.com/2008/04/21/menikmati-sensasi-jeram-sungai-bingei/</link>
		<comments>http://tigerbear.wordpress.com/2008/04/21/menikmati-sensasi-jeram-sungai-bingei/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 18:45:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tigerbear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outdoor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tigerbear.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Gila! Deburan air dan liarnya jeram adalah sensasi yang kami cari. Liukan perahu di atas derasnya sungai, menuju langsung ke jeram yang bergejolak, lalu teriakan kesenangan menggema tak henti. Sementara tubuh basah oleh peluh dan siraman air sungai yang dingin. Namun inilah kenikmatan lain dari arung jeram…
Matahari baru saja menyembul dari ufuk Timur. Jam menunjukkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=124&subd=tigerbear&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Gila! Deburan air dan liarnya jeram adalah sensasi yang kami cari. Liukan perahu di atas derasnya sungai, menuju langsung ke jeram yang bergejolak, lalu teriakan kesenangan menggema tak henti. Sementara tubuh basah oleh peluh dan siraman air sungai yang dingin. Namun inilah kenikmatan lain dari arung jeram…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><a href="http://tigerbear.files.wordpress.com/2008/04/bingei-04.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-125" style="border:3px solid black;float:left;margin:3px;" src="http://tigerbear.files.wordpress.com/2008/04/bingei-04.jpg?w=277&#038;h=150" alt="" width="277" height="150" /></a>Matahari baru saja menyembul dari ufuk Timur. Jam menunjukkan pukul 06.25 WIB. Dengan mata masih mengantuk, aku meraih ransel dan bergegas memacu sepeda motor. Kurang dari sepuluh menit, aku tiba di Karo Wisata, sebuah biro travel di Jalan Ngumbang Surbakti 73 D Sempa Kata, Padang Bulan, Medan. Tapi biro travel itu masih sepi. Hanya ada dua tiga orang yang duduk di teras sambil menikmati kopi di pagi yang mendung itu. Aku pun dongkol!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span id="more-124"></span>Hari itu Sabtu (15/3). Semestinya pukul 07.00 rombongan sudah berangkat menuju Sungai Bingei. Binge Rafting selaku operator wisata (arung jeram), mengundang<span> </span>sejumlah jurnalis dan perwakilan instansi pemerintah untuk mencoba jalur wisata rafting di Sungai Bingai, Namo Ukur, Langkat. Dengan hampir separuh peserta yang datang terlambat, rombongan akhirnya berangkat pukul 09.00.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Di dalam bus wisata eksklusif itu, kantuk kembali menyerang. Entahlah mungkin karena kerja lembur saban malam dan tidur yang hanya tiga jam. Namun semua kantuk sirna saat debur sungai terdengar semilir dari luar sana. Bus merapat di camp site Binge Rafting, Alam Jaya Baru kawasan Namu Sira-sira, Langkat. Hanya dibutuhkan waktu perjalanan satu setengah jam melintasi rute Medan &#8211; Binjai – Namu Sira-sira.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Kami menghambur keluar dan menatap lokasi camp site berupa tanah lapang berumput, gazebo-gazebo, dan sebuah pondok asri berdiri tak jauh dari bibir Sungai Bingai. Deburannya sangat menggoda dengan buih-buih air keputihan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Segarnya udara pagi menjelang siang terasa melapangkan dada. Udara bebas polusi yang menyegarkan. Dan di sebuah gazebo di tepi kolam, sajian kolak pisang dan jagung gerontol berbumbu kelapa muda plus gula sudah terhidang sebagai sarapan pagi. Kopi hangat yang mengepul membuang kantukku. Hmmm…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Sementara jaket pelampung (life jacket), helm, pedal (dayung) sudah tersusun rapi di pinggir lapangan. Siap untuk dipakai. Namun sejumlah ionstruktur di bawah arahan Ade (begitu panggilannya) mengajak kami untuk melakukan pemanasan. Sejumlah permainan olah fisik pun mampu membuat dua puluhan peserta yang sebagaian besar jurnalis dan pewarta foto itu bersemangat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Setelah pemanasan di rasa cukup. Instruktur menyilakan kami mengambil peralatan perorangan berupa hel, life jacket dan pedal. Setelah pengarahan singkat seluruh rombongan dibimbing menuju sebuah truk yang akan mengantar kami menuju titik start rafting.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Titik Start</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Penuh semangat kami mengenakan semua peralatan masing-masing dan melompat naik. Lalu truk pun bergerak menuju jalanan off road pedesaan. Melintasi dua tiga dusun, areal persawahan, kebun, ladang, dan hutan. Sesekali aliran Sungai Bingai terlihat seklitar puluhan meter di sisi kanan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><a href="http://tigerbear.files.wordpress.com/2008/04/hl-foto-02-bingei-08.jpg"><img class="alignright alignnone size-medium wp-image-126" style="border:1px solid black;float:right;margin:5px;" src="http://tigerbear.files.wordpress.com/2008/04/hl-foto-02-bingei-08.jpg?w=190&#038;h=300" alt="" width="190" height="300" /></a>Senyum dan tawa mengembang dari wajag kami yang semakin tak sabar. Sementara pewarta foto sesekali membidik kameranya ke sejemlah pemandangan dan moment. Rute off road di jalan yang hanya muat satu mobil ini cukup mengguncang namun mengasyikkan. Ha… ha…ha…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Kurang lebih setengah jam, kami tiba di ujung jalan yang semakin menyempit. Ini adalah batas dusun Sanggapura. Menurut Ade, ini adalah titik start kami. Hanya ada sebuah gubuk dan area landai dengan deburan sungai yang memanggil-manggil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Para instruktur kemudian menyiapkan perahu karet. Memompanya dengan bantuan air pump. Sementara Ade memberi petunjuk teknis berarung jeram. Ia kemudian membagi kami dalam lima kelompok yang menempati lima perahu karet, kira-kira 5 – 7 orang per perahu. Masing-masing dibimbing seorang instruktur terlatih sebagai skipper (kapten) di atas perahu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Tepat pukul 12.00 siang, masing-masing tim menarik perahunya dari beting sungai menuju riak air.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">“Siap! Pegang pedal!” Perintah skipper kami. “Dayung… dayung…dayung!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Perahu merah kami beranjak ke tengah aliran sungai yang deras. Bergerak menuju jeram pertama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">“Dayung kuat!” seru skipper… dalam dayungan kesekian, perahu berguncang masuk ke jeram. “Huaaaahhh!” jeritan kesenangan terlontar… perahu sedikit berputar mengikuti gelombang jeram. Guncangan penuh sensasi. Percikan air menghantam wajah dan tubuh. Kami berteriak kegirangan. Dan satu jeram pun terlewatkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Sensasi Terjun Bebas</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Semangat kami terbakar melihat gejolak sungai yang liar. Perahu terombang ambing sempurna di atas buih air yang jernih. Dayung terus bergerak sesuai perintah sang skipper. Perahu terkadang melambat dan melaju. Meniti bebatuan, menghindar gugus bebatuan dan menyongsong jeram demi jeram. Wah!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Namun pada sebuah tikungan tajam sungai yang dipenuhi jeram, skipper mengingatkan agar kami berhati-hati. Ada jeram berbahaya di depan sana, persis di bawah tebing daratan yang menjorok ke sebuah jeram yang lumayan besar. Perahu kami terseret menuju jeram itu …</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">“Dayung kuat! Dayung kuat!” seru skipper yang bersusah payah mengarahkan perahu. Kami mendayung sekuat tenaga, namun akibat dayungan kami tak senada, perahu terseret menuju jeram terbesar. Liukan dan tarikan sungai terasa melawan di bawah perahu yang berguncang dan terseret hebat. “Waaaahhhh!” perahu kami menghantam jeram, terseret cepat, menghajar sisi tebing… Bluk! Rekan perempuan persis di belakangku terlempar masuk ke sungai… perahu kami miring 60 derajat. Dalam sebuah pantulan kembali normal dan menghajar tebing… oleng dan aku pun terlempar ke derasnya sungai!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Aku kaget saat tahu posisiku berada di bawah perahu. Namun aku ingat petunjuk penting yang sudah diajarkan. Jangan panik dan tetap tenang. Tersedot arus dan terseret sekian meter ke air yang lebih tenang, aku muncul di dekat gugu bebatuan. Dengan mengupayakan agar kaki berada di depan tubuh aku ikuti arus sampai perahu mendekat, lalu rekan-rekan menarikku ke atas perahu…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">“Wah… ketahuan deh siapa yang belum mandi!” canda teman-teman di perahu. Sementara tubuhku basah kuyup.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span> </span>Perjalanan di teruskan, jeram demi jeram di aliran sungai sepanjang 10 km kami tempuh dengan sangat bersemangat. Teriakan demi teriakan, sensasi demi sensasi, swungguh petualangan yang mengasyikkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Sampai akhirnya, skipper merapatkan perahu di pantai sungai. Di depan sana adalah pintu dam. Menurut pemandu kami, ini adalah trek yang paling menantang. Seberapa ganasnya? Pikirku. Ternyata perahu kami akan melintasi sebuah tebing<span> </span>air setinggi 8 meter dengan kemiringan lebih dari 45 derajat!<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Setelah istirahat dan pengarahan sekian menit di tepi sungai, skipper kemudian memandu kami menuju jeram “terjun bebas” di pintu dam. Sedikit tegang, kami mengayuh perahu perlahan menuju riak air. Suara air terjun terdengar keras. Sejumlah warga sekitar sudah memenuhi jembatan bendungan Namo Sira-sira. Agaknya ingin menyaksikan aksi kami di air terjun itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Perahu semakin mendekat ke bibir jeram. “Tarik Dayung! Posisi siap!” perintah skipper. Kami serentak mengangkat dayung dari air dan membaringkan tubuh sembari memegang tali di tepian perahu… sekian detik kemudian deburan terdengar kencang, perahu kami terseret air dan meluncur di air terjun… wushhh… “Aaaahhhh!” Blar! Oersikan keras air menghajar perahu, menyiram kami dengan dahsyatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">Luar biasa! Sebuah sensasi luar biasa. Gejolak adrenalin naik ke kepala… aku menatap ke belakang. Tebing air itu sudah kami lewati… gemuruh keras suaranya seakan memanggil untuk kembali ke sana! *</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;">(Evin Bakara| Global)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tigerbear.wordpress.com/124/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tigerbear.wordpress.com/124/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tigerbear.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tigerbear.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tigerbear.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tigerbear.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tigerbear.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tigerbear.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tigerbear.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tigerbear.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tigerbear.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tigerbear.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=124&subd=tigerbear&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tigerbear.wordpress.com/2008/04/21/menikmati-sensasi-jeram-sungai-bingei/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a920976d36c70689e96e4f45cf30e8a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tigerbear</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tigerbear.files.wordpress.com/2008/04/bingei-04.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://tigerbear.files.wordpress.com/2008/04/hl-foto-02-bingei-08.jpg?w=190" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bakara, Lembah Penuh Pesona</title>
		<link>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/bakara-lembah-penuh-pesona/</link>
		<comments>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/bakara-lembah-penuh-pesona/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 17:03:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tigerbear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outdoor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/bakara-lembah-penuh-pesona/</guid>
		<description><![CDATA[Deretan perbukitan memagari lembah itu. Air danau yang hijau kebiruan terhampar di satu sisinya. Dua benteng alam itu menjaga kehidupan masyarakatnya sejak ratusan tahun yang lalu. Sepotong keindahan di tanah Batak yang dikenal sebagai Bakara.
            Bakara adalah bentangan lembah datar seluas ratusan hektare. Sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=121&subd=tigerbear&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h4><i><font color="#dc143c">Deretan perbukitan memagari lembah itu. Air danau yang hijau kebiruan terhampar di satu sisinya. Dua benteng alam itu menjaga kehidupan masyarakatnya sejak ratusan tahun yang lalu. Sepotong keindahan di tanah Batak yang dikenal sebagai Bakara.</font></i></h4>
<p class="MsoNormal"><span>            </span><a href="http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/bakara-lembah-penuh-pesona/bakara-view/" rel="attachment wp-att-122" title="bakara view"><img src="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/12/view.thumbnail.jpg" alt="bakara view" align="left" border="2" hspace="16" vspace="18" /></a>Bakara adalah bentangan lembah datar seluas ratusan hektare. Sebuah kampung yang penuh pesona dengan wisata alam dan budaya yang tersohor hingga ke negeri lain. Wilayah administratifnya di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.<span>  </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Lembah yang berjarak belasan kilometer dari Dolok Sanggul itu terdiri dari beberapa desa dan dusun. Dibelah oleh dua aliran sungai besar yang berair deras. Sungai terbesar yang dominan adalah Aek Silang yang bersumber dari air terjun yang tercurah dari bentangan perbukitan. Sungai kedua yang lebih kecil bernama Aek Simangira. Keduanya mengaliri beberapa desa dan bermuara di Danau Toba.<span id="more-121"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>           </span>Uniknya, kedua sungai ini dengan mudah bisa dikenali dari warna air yang terlihat. Aek Silang berair coklat kemerahan. Warna yang terbias dari dasar sungai yang bertanah liat coklat dan lelumut kecolkatan. Sementara Aek Simangira warnanya cenderung putih, karena dasarnya yang berpasir tertutupi bebatuan kali.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Kedua sungai ini adalah sumber air utama bagi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus warga di seluruh lembah Bakara. Namun ada juga sekian rumah yang memanfaatkan sumur dan air tanah sebagai penyedia air minum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Relief bukit, sungai, dan hamparan Danau Toba menawarkan alam asri nan indah di lembah Bakara. Ada banyak alternatif tempat dengan lansekap pemandangan mempesona yang bisa dinikmati dari sini.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span></p>
<p class="MsoNormal">Panorama Alam</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Suhu di lembah Bakara relatif dingin dan sejuk sepanjang hari, dengan tebaran banyak mata air (<i>mual</i>). Mata air utama yang terbesar adalah Aek Sitio-tio. Lokasinya persis di tepian sungai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Tempat pemandian alam yang dulunya berupa telaga kecil itu bersumber dari mata air “abadi” yang dinaungi sebuah pohon besar sejenis <i>hariara</i> (sejenis beringin) yang airnya tak pernah kotor. Sepanjang tahun selalu bersih, jernih, dan dingin. Lokasi itu kini menjadi sumber air utama bagi warga sekitar untuk kebutuhan minum dan mandi.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Kejernihan dan kesejukan Aek Sitio-tio selalu “memanggil” pengunjung untuk berendam di sana. Rugi rasanya jika tidak mencoba telaga yang dulu pernah jadi tempat istirahat favorit tentara Belanda masa kolonial.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Selain telaga, di Bakara juga banyak ditemui air terjun. Hampir si setiap penjuru terhampar air terjun besar maupun kecil. Semuanya punya kekhasan tersendiri. Namun yang paling dikenal sebagai obyek wisata adalah Aek Sipangolu.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Aek Sipangolu adalah air terjun yang dipercaya sebagai air suci yang mengandung unsur dasar perawat kehidupan. Penduduk sekitar sejak dulu kala percaya air tersebut bisa menjadi “obat” bagi banyak kebutuhan.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Para pengunjung yang ingin merasakan sejuknya air terjun ini,<span>  </span>ada tempat pemandian umum. Sumber airnya langsung berasal dari aliran Aek Sipangolu. Atau yang ingin membawa pulang airnya, boleh juga. Ada jerigen yang disediakan di dekat lokasi air terjun tersebut, khusus untuk pengunjung yang ingin membawa air Aek Sipangolu sebagai oleh-oleh.<span>  </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Dari pinggiran aliran air terjun ini, kita bisa melahap pemandangan danau toba dari sisi yang lain. Atau boleh juga beristirahat sambil minum kopi atau teh dari warung sederhana yang dikelola penduduk lokal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Wisata Budaya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>        </span>Lembah Bakara cukup subur dan menjanjikan hasil panen yang baik untuk tanaman padi, bawang, dan palawija. Sejak dulu Lembah Bakara sudah dikenal bahkan tersohor sampai ke Negeri Belanda, sebagai lembah eksotis yang menyimpan muatan sejarah dan budaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>   </span>Bakara sendiri merupakan pusat pemerintahan Sisingamangaraja I – XII, persisnya di Desa Lumbanraja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Sejak pemerintahan Sisingamangaraja ini, adat dan budaya Batak semakin mengental karena sang raja yang kharismatik menyebarkan ajaran kebaikan dan kebajikan yang berakar dari adat istiadat Batak. Sisingamangaraja menjadi<span>  </span>teladan dan panutan raja-raja Batak di sekitarnya. Sehingga ia dianggap sebagai raja dari segala raja dalam bidang moral.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Kompleks istana kerajaan Sisingamangaraja di Lumbanraja, yang terdiri dari deretan empat <i>Ruma Bolon</i> masih bisa dilihat hingga kini. Pada Desember tahun lalu, proyek renovasi situs Sisingamangaraja tersebut rampung dikerjakan. Proyek APBD 2005 yang dimulai sejak 26 September 2005 itu merenovasi ulang tiga deretan bangunan utama istana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Bangunan yang direnovasi berkalali-kali sejak puluhan tahun lalu itu, bukan lagi bangunan asli. Bangunan asli udah dibumihanguskan pada masa Perang Batak berkecamuk (1877 – 1907) melawan tentara Kolonial Belanda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Kemudian di dalam kompleks istana persis di halaman depan deretan <i>Ruma Bolon, </i>terdapat sembuah makam berupa bangunan persegi panjang yang terbuat dari semen yang dilengkapi ornamen Batak, ukiran bendera kerajaan Sisingamangaraja, cap (stempel) Sisingamangaraja, dan sebuah prasasti beraksara Batak Toba.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Lalu di persis di luar kompleks yang dipagar keliling dengan batu dan besi itu, masih bisa ditemukan satu situs yang unik. Namanya Batu Siungkap-ungkapon. Situs batu berdiameter 80-an cm ini konon dulunya digunakan dalam ritual untuk meramal dan memprediksi hal-hal yang sangat penting, terutama dalam bidang pertanian.<span>  </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Mengunjungi Bakara, Anda bukan saja bia menikmati keindahan alam, sejuknya udara, dan suasana pedesaan yang asli, tapi juga bisa melihat situs sejarah yang sangat penting dalam sejarah kerajaan Batak menentang Kolonial Belanda di masa lalu. (evin bakara)*</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tigerbear.wordpress.com/121/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tigerbear.wordpress.com/121/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tigerbear.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tigerbear.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tigerbear.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tigerbear.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tigerbear.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tigerbear.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tigerbear.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tigerbear.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tigerbear.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tigerbear.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=121&subd=tigerbear&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/bakara-lembah-penuh-pesona/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a920976d36c70689e96e4f45cf30e8a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tigerbear</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/12/view.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bakara view</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eksotisme Pulau Berhala</title>
		<link>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/eksotisme-pulau-berhala/</link>
		<comments>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/eksotisme-pulau-berhala/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 17:01:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tigerbear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outdoor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/eksotisme-pulau-berhala/</guid>
		<description><![CDATA[Lewat tengah malam, kapal kami angkat sauh dari dermaga resto Marina. Di depan haluan laut tampak pekat dipayungi malam. Lampu-lampu di daratan semakin mengecil, saat kapal mulai melaju dengan kecepatan 12 knot.
            Tujuan kami adalah Pulau Berhala, sebuah pulau terluar Indonesia di Selat Malaka. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=119&subd=tigerbear&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/12/berhala-sunset.jpg" title="sunset di berhala"><img src="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/12/berhala-sunset.thumbnail.jpg" alt="sunset di berhala" align="left" border="2" hspace="18" vspace="18" /></a><b><font color="#0000ff"><i>Lewat tengah malam, kapal kami angkat sauh dari dermaga resto Marina. Di depan haluan laut tampak pekat dipayungi malam. Lampu-lampu di daratan semakin mengecil, saat kapal mulai melaju dengan kecepatan 12 knot.</i></font></b></p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Tujuan kami adalah Pulau Berhala, sebuah pulau terluar Indonesia di Selat Malaka. Menurut juru mudi kapal, dengan kecepatan 12 knot kami akan menempuh jarak 46 mil selama 4 jam. Ia menyarankan kami untuk beristirahat selama perjalanan itu.<span id="more-119"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Laut malam itu cukup tenang. Taburan bintang dan bulan tak penuh terlihat di angkasa. Sepanjang perjalanan hanya terdengar deru mesin dan ombak yang dibelah lunas kapal. Sesekali kelap-kelip lampu kapal terlihat di kejauhan, selebihnya pemandangan monoton hitam. Laut begitu sunyi.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Jam terasa bergerak lambat. Geladak yang tadinya dipenuhi oleh pelancong yang antusias menikmati pelayaran, lambat laun mulai sunyi. Satu persatu undur diri ke kabin ingin meneruskan tidur tanpa terpaan angin. Menjelang subuh angin memang bertiup semakin kencang dan ombak mengayun sedikit kencang. Aku masih bertahan di dek. Tak ingin ketinggalan sedikit moment pun dalam pelayaran malam yang bagiku cukup menantang.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Lewat empat jam, lampu suar terlihat di ketinggian sebuah pulau kecil. Menurut kru kapal, itu adalah mercusuar Pulau Berhala. Subuh yang legam, pulau hanya tampak samar dalam siluet hitam. Mesin kapal dimatikan dan jangkar diturunkan. Kapal tidak bisa merapat ke bibir pantai karena di pulau itu tidak ada dermaga sama sekali. Sementara pulau itu dikelilingin sabuk karang yang tersebar di dekat pantai. Kami menunggu hingga langit terang dan laut cukup pasang agar perahu yang kami carter bisa mengantar sampai ke pantai berpasir.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Saat fajar menyingsing, Pulau Berhala terlihat jelas. Rerimbunan hutannya dan bebatuan yang mengelilinginya tampak perkasa. Hanya ada pantai landai berpasir sepanjang 800 meter di satu sisi pulau yang menghadap barat daya. Saat kaki mencecah pantai berpasir putih, kegembiraan membuncah.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Pulau Eksotis</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Pulau berhala merupakan pulau kecil yang terletak di koordinat 99<sup>0</sup>30<sup>’</sup> BT dan 3<sup>0</sup>46’LU. Jika ditarik garis lurus horisontal ke arah Barat sejajar dengan Belawan, dan garis vertikal sejajar dengan Kuala Tanjung di arah Selatan. Letak administratifnya di Kecamatan Tanjungberingin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergei), Sumut.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Rute untuk mencapai pulau yang dijadwalkan akan diresmikan sebagai obyek wisata oleh Bupati Sergei pada 22 April ini bisa ditempuh lewat dua alternatif. Alternatif pertama dengan menumpang kapal boat dari Belawan. Rute ini akan memakan waktu 4 – 5 jam dengan kapal berkecepatan rata-rata 12 knot dengan rute tempuh 46 mil. Sementara alternatif kedua melalui Tanjungberingin, Sergei, dengan jarak tempuh 2 jam dengan kapal berkecepatan sama. Intinya setiap pengunjung pulau ini harus melalui prosedur perijinan di Lantamal I Belawan lalu setibanya ditujuan harus memberitahukannya di pos pejagaan di Pulau Berhala.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Pulau yang luasnya tak lebih dari 5 hektare ini bentuknya mirip penyu. Ada dua pulau kecil di kedua ujungnya. Satu diberi nama “Sokong Nenek” di arah Tenggara, dan satu lagi “Sokong Siembah” di Barat. Pulau Sokong Nenek bisa ditempuh berjalan kaki melintasi pasir putih saat pantai surut. Sementara “Sokong Siembah” hanya bisa dicapai dengan menumpang boat.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Pulau Berhala sendiri memiliki zonasi vegetasi yang rapat dengan tanah berbatu di bagian bawah. Kerapatan hutan itu bisa dilihat saat kita mendaki ke puncak pulau yang memang tampak seperti sebuah bukit itu. Di puncaknya terdapat sebuah mercusuar dengan 700-an anak tangga dihitung dari pos penjaga TNI AL. Atau bisa juga mencoba trekking dari dua rute alternatif yang ada dari bibir pantai.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Menurut Komandan Pos UGK II.2.4/P. Berhala, Serka Nav. Indra Wahyudi, hutan itu masih ‘perawan’ dan dihuni banyak jenis serangga, burung gagak, dan hewan sejenis kancil. Topografinya memang bukit dan pinggiran berbatu yang menjorok ke laut, sementara pantai landai hanya pada satu sisi pulau. Dimusim tertentu, kelompok penyu hijau akan merapat ke pantai berpasir untuk bertelur.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Istimewanya, pulau yang bisa dikelilingi dengan berjalan kaki tak lebih dari satu hari ini memiliki cadangan air tawar yang bersumber dari beberapa mata air. Air tawar utama yang menjadi pasokan utama berasal dari mata air yang tak pernah kering di tengah bukit pulau. Dari mata air ini, air tawar disalurkan ke pos suar Dishubla dan pos penjaga pantai TNI AL di bibir pantai. Dan satu tempat penampungan air tawar yang juga bisa dimanfaatkan turis dan nelayan tepat di depan pos jaga.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Selain pesona panorama hutan dan karang berbatu di tepiannya, Pulau Berhala juga dikelilingin sabuk terumbu karang. Di tempat ini aneka ikan hias masih bisa ditemui di dekat perairan bercadas. Sementara di gugus terumbu karang banyak ditemui ikan-ikan karang semacam kakatua, kwe, kerapu, tenggiri. Pantai karang dan laut biru kehijauan di sekitar berhala memang kaya biota laut. Tak cuma ikan, kerang, siput, cumi, bahkan kepiting air asin dengan mudah bisa ditemukan di sekitar perairan Berhala. Tak salah jika Pulau Berhala cukup potensial dijadikan tempat wisata bahari.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Eksotisme pulau terluar Indonesia ini memang menawarkan banyak hal. Setelah melalui tiga malam enggan rasa untuk segera meninggalkan pulau yang konon menyimpan banyak kisah itu. (Evin Bakara)*</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tigerbear.wordpress.com/119/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tigerbear.wordpress.com/119/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tigerbear.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tigerbear.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tigerbear.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tigerbear.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tigerbear.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tigerbear.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tigerbear.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tigerbear.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tigerbear.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tigerbear.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=119&subd=tigerbear&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/eksotisme-pulau-berhala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a920976d36c70689e96e4f45cf30e8a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tigerbear</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/12/berhala-sunset.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sunset di berhala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rangkong “Si Paruh Tanduk”</title>
		<link>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/rangkong-%e2%80%9csi-paruh-tanduk%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/rangkong-%e2%80%9csi-paruh-tanduk%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 17:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tigerbear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Satwa dan Tetumbuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/rangkong-%e2%80%9csi-paruh-tanduk%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Evin Bakara
 Masih terbayang pertemuan pertama dengannya saat usiaku masih empat tahun. Ia terbang melayang di tepian hutan Muara Uya, Kalimantan Selatan, dekat kebun milik kakek. Burung itu terbang rendah mengeluarkan suara parau dan kepakan sayap yang terdengar ke telinga mungilku. 
Dua puluh tahun kemudian, pertemuan itu ternyata kembali terulang di tempat lain. Kepakan sayap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=89&subd=tigerbear&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><b><span style="font-size:10pt;">Evin Bakara</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;"> </span><b><span style="font-size:10pt;">Masih</span></b><span style="font-size:10pt;"> terbayang pertemuan pertama dengannya saat usiaku masih empat tahun. Ia terbang melayang di tepian hutan Muara Uya, Kalimantan Selatan, dekat kebun milik kakek. Burung itu terbang rendah mengeluarkan suara parau dan kepakan sayap yang terdengar ke telinga mungilku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><a href="http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/rangkong-%e2%80%9csi-paruh-tanduk%e2%80%9d/hornbill/" rel="attachment wp-att-88" title="hornbill"><img src="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/11/hl-utama-great_indian_hornbill.thumbnail.jpg" alt="hornbill" align="left" border="2" hspace="15" vspace="15" /></a><span style="font-size:10pt;">Dua puluh tahun kemudian, pertemuan itu ternyata kembali terulang di tempat lain. Kepakan sayap dan suara parau membimbing mata untuk menatapnya ke atas langit. Pertemuan itu terjadi beberapa kali di hutan pedalaman Sumatera wilayah Sibolangit, Langkat, dan Bukum. Saat aku masih suka mengangkat ransel ke kawasan hutan tropis yang jarang diinjak orang.</span><span id="more-89"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Sejak kecil, penampakan burung itu membekas dalam ingatan. Di tempat kelahiranku sebuah desa mungil di tepian Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, gadis-gadis Dayak menggunakan bulu-bulunya yang berpola hitam putih sebagai kostum dalam tarian tradisional. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Burung itu dikenal sebagai Rangkong, Enggang, Julang atau Hornbill. Burung besar yang rata-rata tubuhnya dua kali lipat ukuran ayam jago. Ciri utamanya adalah sebuah paruh keras, lebar, dan besar, namun ringan. Paruh sedikit melengkung ke bawah yang mencitrakan namanya hornbill alias si “Paruh Tanduk”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span><b><span style="font-size:10pt;">Burung “Raksasa”</span></b></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span>                </span>Dalam klasifikasi ilmiah, Rangkong (begitu saja kita sebut), merupakan sekelompok burung berparuh tanduk yang masuk dalam keluarga Bucerotidae. Ada sekitar 57 spesies dalam keluarga burung ini yang 10 di antaranya endemik Afrika, sebagian lagi endemik Asia, dan sisanya tersebar di wilayah lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Rangkong, walau sudah semakin sedikit jumlahnya, masih bisa ditemui di alam liar kawasan hutan tropis dan hutan sub tropis dunia. Pola warna bulu-bulunya biasanya varian hitam dan coklat tua. Itu pun masih dihias pola lurik atau garis putih, kuning, atau krem pada bulu di area tubuh bawah, sayap, dan ekor. Sementara paruhnya punya ragam warna yang lebih kaya. Ada kuning cerah, putih kotor, kelabu, coklat, merah, hitam, dan krem.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Bentuk paruh burung ini juga beragam. Ada yang tirus kecil, melebar pendek, membesar lebar, bahkan ada yang memiliki “cula” tambahan di atas kepala atau sampai ke 1/3 pangkal paruh atas. Namun penandanya adalah paruh berbahan mirip tanduk yang cukup mencolok dalam berbagai bentuk dan ukuran dibanding burung-burung lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Rangkong, memang termasuk raksasanya burung yang bisa terbang. Dalam identifikasi ukuran, rata-rata panjang tubuhnya antara 60 – 160 cm. Walau besar, rangkong punya bobot tubuh yang ringan antara 100 gram – 8 kg. Sebagai contoh, Black Dwarf Hornbill (<i>Tockus hartlaubi</i>) hanya seberat 102 grams dan panjang 30 cm; sementara spesies lain Southern Ground-hornbill (<i>Bucorvus leadbeateri</i>) berbobot 6,2 kg dan panjang 1,2 m. Namun ada juga spesies yang melebihi ukuran rata-rata ini. Dan sedikit di antaranya menjadi burung yang suka berada di tanah ketimbang terbang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span><br />
<b><span style="font-size:10pt;">Rangkong Papan</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Rangkong yang terbesar di sebaran Asia diidentifikasi sebagai Rangkong Papan (<i>Buceros bicornis). </i><span>Dalam literatur ensiklopedia dan wikipedia, burung Rangkong<span>  </span>Papan dewasa </span>berukuran sangat besar, dengan panjang mencapai 160cm. Bulunya berwarna hitam, dan cula kuning-hitam di atas paruh besar berwarna kuning. Kulit mukanya berwarna hitam dengan bulu leher berwarna kuning kecoklatan. Bulu ekor berwarna putih dengan garis hitam tebal di tengah. Sementara yang betina berukuran lebih kecil. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Jantan dan betina dapat dibedakan dengan mudah dari matanya. Mata burung betina berwarna biru, sedangkan burung jantan bermata merah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Populasi Rangkong Papan tersebar di hutan tropis India, RRC, Indochina, Nepal, Bhutan, Semenanjung Malaysia, dan Sumatera. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span><br />
<b><span style="font-size:10pt;">Omnivora</span></b></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span>                </span>Rankong bukanlah burung “vegetarian” (herbivora). Ia suka menyantap berbagai menu. Dalam daftar makanan hariannya terdiri dari aneka buah, serangga, reptil dan hewan-hewan mungil.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span>                </span>Walau bukan pemburu jempolan, Rangkong cukup mahir mengejar mangsanya. Buah memang favorit, namun daging ular, kadal, bahkan hewan pengerat akan dilahap jika sedang beruntung. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span>                </span>Ada satu yang unik dalam “pertempuran” Rangkong dengan ular. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa saat memangsa ular berbisa, Rangkong cukup hati-hati. Kemampuan memangsa ini dikembangkannya menjadi teknik makan yang unik. Saat mematuk ular berbisa, ia menempatkan kepala ular di dekat ujug paruhnya. Ini untuk menjauhkan patukan ular ke kepala atau bagian tubuh lainnya. Setelah menempatkan mangsa sedemikian rupa, ia akan mulai melakukan putaran paruh agar bagian atas ular berada di bawah (terbalik). Lantas dengan perhitungan dan kehati-hatian, ia mematuki kepala dan tubuh ular sampai hancur. Dan daging segar pun segera dilahap. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span><br />
<b><span style="font-size:10pt;">Perilaku Unik</span></b></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span>                </span>Rangkong suka bersarang di lubang-lubang pohon besar. Namun berbeda dengan kebanyakan burung lainnya, dalam masa mengerami, betina akan mengurung diri selama masa mengerami. Dan jantan akan setia melayani istrinya, karena rangkong dikenal sebagai burung yang setia pada pasangan (monogami).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span>                </span>Saat musim bertelur, betina akan bertelur di lubang-lubang pohon sebagai sarang. Biasanya ia akan menempatkan 1 – 5 telur dalam satu kali musim bertelur. Setelah semua telur ditempatkan sedemikian rupa, maka betina akan menutup lubang pohon dengan lumpur dan meterial lain. Ia kemudian mengurung diri di lubang gelap yang sempit sambil mengerami telurnya. Jantan akan membantu menutup lubang dengan membiarkan sedikit celah sempit. Celah ini digunakan jantan untuk menyuplai makanan bagi betinanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span>                </span>Pada beberapa spesiesnya, “beton” penutup lubang akan dibiarkan tertutup selama 100 hari. Setelah masa mengerami selesai dan anakan rangkong telah lahir, betina bersama bayi-bayinya akan memecah tembok pelindung itu dan terbang keluar. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"><span>                </span>Karena sistem perlindungan seperti ini, sarang-sarang Rangkong cenderung terlindungi dari kemungkinan serangan predator dan hewan “pemburu” telur.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';"><span>                </span>Rangkong memang burung yang istimewa. Tercatat sebagai keturunan burung yang hidup sejak ribuan tahun lalu. Sejak lama Rangkong memang sudah menjadi salah satu burung yang “dipuja” dibanyak kebudayaan kuno, termasuk suku Dayak di Kalimantan. Rangkong pada beberapa kebudayaan kuno menjadi bagian ritual religi yang melambangkan kebebasan, kesucian dan loyalitas. Kini ia termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi karena terancam punah. (berbagai sumber)*</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tigerbear.wordpress.com/89/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tigerbear.wordpress.com/89/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tigerbear.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tigerbear.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tigerbear.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tigerbear.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tigerbear.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tigerbear.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tigerbear.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tigerbear.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tigerbear.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tigerbear.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=89&subd=tigerbear&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/21/rangkong-%e2%80%9csi-paruh-tanduk%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a920976d36c70689e96e4f45cf30e8a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tigerbear</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/11/hl-utama-great_indian_hornbill.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hornbill</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jurus Rahasia Jungle Trekking</title>
		<link>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/jurus-rahasia-jungle-trekking/</link>
		<comments>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/jurus-rahasia-jungle-trekking/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 16:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tigerbear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outdoor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/jurus-rahasia-jungle-trekking/</guid>
		<description><![CDATA[Evin Bakara
    Salah satu kegiatan alam bebas yang berkaitan dengan ekowisata adalah jelajah hutan (jungle trekking). Namun jungle trekking di sini lebih ditekankan pada kegiatan yang berbau petualangan ke kawasan yang tidak umum dikunjungi.   
Menjelajah hutan berarti memasuki suatu kawasan yang bukan teritori dominan manusia. Artinya kita memasuki daerah yang tidak biasa kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=116&subd=tigerbear&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.25in;"><font color="#ff0000">Evin Bakara</font></p>
<address><a href="http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/jurus-rahasia-jungle-trekking/nge-trek/" rel="attachment wp-att-117" title="nge-trek"><img src="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/12/dsc04895.thumbnail.jpg" alt="nge-trek" align="left" border="1" hspace="18" vspace="18" /></a><font color="#000080"><strong><em>    Salah satu kegiatan alam bebas yang berkaitan dengan ekowisata adalah jelajah hutan (jungle trekking). Namun jungle trekking di sini lebih ditekankan pada kegiatan yang berbau petualangan ke kawasan yang tidak umum dikunjungi.</em></strong></font>   </address>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.25in;">Menjelajah hutan berarti memasuki suatu kawasan yang bukan teritori dominan manusia. Artinya kita memasuki daerah yang tidak biasa kita tinggali. Hutan sebagai teritori liar bagi banyak mahluk hidup lain (flora dan fauna), tidak boleh diperlakukan sembarangan.<span id="more-116"></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.25in;">Bagi mereka yang belum pernah menjelajah hutan pedalaman, suasana seram dan menakutkan akan cepat merasuk. Bahkan seorang penjelajah berpengalaman sekali pun tetap merasakan takut. Hal itu wajar mengingat kita tidak hidup sendiri di hutan. Untuk itu kita harus beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan hutan sekitar. Beradaptasi tak lebih dari upaya membiasakan semua indera kita untuk menyesuaikan diri dengan karakteristik hutan.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.25in;">Sebelum memulai pergerakan, lakukanlah pemanasan ringan seperti meregangkan otot, senam ringan, jalan/lari di tempat selama beberapa menit. Ini penting agar otot yang kelu dan kaku tidak ‘terkejut’. Saat pemanasan, otot akan lebih luwes dan ‘enak’ dibawa berjalan. Pemanasan ini juga merupakan bagian dari adaptasi terhadap medan jealajah.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.25in;">Saat melakukan pergerakan di siang hari, kenalilah medan yang sudah kita lalui. Hapalkan tanda-tanda alam yang menonjol, tandai obyek-obyek yang paling mudah kita ingat dalam kepala (biasakan juga membuat catatan di notes). Dengan begitu otak kita secara otomatis akan menyusun data yang masuk dalam sebuah peta maya di memori. “Menghapal” tanda-tanda alam ini sangat berguna bagi kita agar tidak mudah tersesat. Mekanisme seperti ini juga terjadi secara alami pada bangsa primata saat menjelajah hutan, sehingga ia bisa menghapal letak pepohonan, terutama pepohonan berbuah yang menyimpan cadangan makanan.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.25in;">Hutan akan lebih menyenangkan di saat hari terang (pagi sampai sore), dan akan menjadi ‘momok’ saat gelap menerjang (malam sampai subuh). Di hari terang, kita bisa memandang alam sekitar dengan leluasa, menikmati panorama, dan lebih mudah melakukan pergerakan. Sementara saat malam menjelang hutan sama sekali gelap dan dipenuhi alunan suara acak serangga-serangga malam.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.25in;">Untuk wilayah hutan hujan tropis yang rapat dan gelap, disarankan untuk melakukan poergerakan hanya pada saat pagi hingga sore. Pergerakan di malam hari (walau pun) dengan bantuan penerangan lentera atau senter, akan sangat beresiko. Bahaya terbesarnya adalah tersesat dan kehilangan arah; atau terperosok ke lubang, jurang, dan ngarai; atau diserang ular, serangga, dan binatang melata yang terusik oleh gerakan kita.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.25in;">Dalam junge trekking, pilihlah rute yang sudah ada. Dengan melewati rute itu kita menghindari kemungkinan tersesat dan lebih dimudahkan untuk pergerakan. Tetapi seandainya rute yang ada sudah tertutup, lakukan orientasi dan berjalanlah sesuai patokan azimuth yang ditentukan. Tebaslah seperlunya pada belukar yang menutup jalur dan jangan merusak lingkungan sekitar apalagi ‘menyiksa’ pepohonan dengan belati atau parang.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.25in;">Mengambil rute sebaiknya yang landai dan tidak ekstrim. Hindari ‘potong kompas’ (mengambil jalan pintas) sebisa mungkin, karena rute yang ada biasanya dirintis dengan pertimbangan keamanan dan kenyamanan pergerakan. Walau agak berputar, tapi rute yang ada lebih menghemat tenaga, terutama di daerah yang agak curam.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.25in;">Saat melakukan pergerakan, aturlah langkah dengan ritme yang tetap, jangan terlalu lambat dan jangan terlalu cepat. Mengatur ritme berarti menjaga agar langkah kaki stabil dan sejalan dengan alur pernafasan kita. Buatlah langkah-langkah kecil yang konstan, tidak tergesa-tegesa atau terlalu santai. Jika ritme langkah kita teratur pengeluaran tenaga akan lebih kecil, tidak mudah lelah, keseimbangan tubuh terjaga, dan lebih rileks.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.25in;">Istirahatlah secara teratur selama pergerakan. Aturlah waktu istirahat selama 15 menit dalam setiap dua atau tiga jam pergerakan di medan datar. Sementara untuk medan jelajah mendaki, waktu istirahat 15 menit setiap pergerakan 45 menit atau satu jam sudah cukup. Namun saran ini bukanlah ‘harga mati’.</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">        Saat beristirahat, minumlah secukupnya dan jangan terlalu banyak. Jika perlu kunyahlah makanan ringan untuk menambah energi dan mengganti sebagian energi yang hilang dalam ‘pembakaran’ selama pergerakan. Tapi sekali lagi ingat, jangan ‘ngemil’ terlalu banyak. Makan dan minum berlebihan saat pergerakan bisa membuat kerja pencernaan lebih berat, efeknya akan menyebabkan sakit perut, pernafasan terganggu, dan rasa kantuk dan lelah menyerang. *</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tigerbear.wordpress.com/116/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tigerbear.wordpress.com/116/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tigerbear.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tigerbear.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tigerbear.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tigerbear.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tigerbear.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tigerbear.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tigerbear.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tigerbear.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tigerbear.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tigerbear.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=116&subd=tigerbear&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/jurus-rahasia-jungle-trekking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a920976d36c70689e96e4f45cf30e8a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tigerbear</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/12/dsc04895.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nge-trek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hobi yang Mendarah Daging</title>
		<link>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/joni-kurniawan-hobi-yang-mendarah-daging/</link>
		<comments>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/joni-kurniawan-hobi-yang-mendarah-daging/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 16:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tigerbear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outdoor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/joni-kurniawan-hobi-yang-mendarah-daging/</guid>
		<description><![CDATA[evin bakara
“Karena saya senang melakukannya,” jawaban singkat itu diucapkan Joni Kurniawan, hobiis arung jeram dan outdoor activity ini kepada Global, saat ditanyamengapa ia menggeluti arung jeram.
            Joni Kurniawan bukan nama asing dalam perkembangan arung jeram di Sumut. Sejak mahasiswa ia aktif dalam kegiatan alam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=114&subd=tigerbear&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>evin bakara</p>
<h3><font color="#800000"><em>“Karena saya senang melakukannya,” jawaban singkat itu diucapkan Joni Kurniawan, hobiis arung jeram dan outdoor activity ini kepada Global, saat ditanyamengapa ia menggeluti arung jeram.</em></font></h3>
<p class="MsoNormal"><span>            </span><a href="http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/joni-kurniawan-hobi-yang-mendarah-daging/rapid-plus/" rel="attachment wp-att-115" title="rapid plus"><img src="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/12/hl-jeram-terjun.thumbnail.jpg" alt="rapid plus" align="left" border="1" hspace="18" vspace="18" /></a>Joni Kurniawan bukan nama asing dalam perkembangan arung jeram di Sumut. Sejak mahasiswa ia aktif dalam kegiatan alam bebas dan lingkungan hidup. Pernah menjabat sebagai ketua umum KOMPAS USU dan staf ketua di senat mahasiswa USU dan BADKO HMI Sumut.<span>  </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Ayah satu anak ini merupakan salah seorang pemrakarsa berdirinya Federasi<span>  </span>Arung<span>  </span>Jeram Indonesia (FAJI) di Sumatera Utara dan menjabat sebagai Ketua Umum yang pertama pada periode 1997-2001.<span id="more-114"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Pengalaman lapangan yang pernah diikuti dan dilaksanakan adalah melakukan ekspedisi pendakian gunung-gunung di kawasan Leuser, Sumatera dan Jawa hingga gunung bersalju di Papua. Pengalaman lain adalah<span>  </span>sebagai instruktur kegiatan di alam bebas (outdoor),<span>  </span>merancang dan membuat pelatihan interpretar ekowisata, mountaineering guide &amp; campsite management training, pelatihan pemandu arung jeram, survival &amp; navigasi serta pendidikan lingkungan.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Dalam bidang arung jeram, Joni yang punya dua toko outdoor dan rafting gear – Alas Tripa dan River- ini juga pernah memegang tanggung jawab sebagai Race Manager yang merancang sistem perlombaan perahu karet untuk tingkat daerah, nasional maupun internasional yang pernah diselenggarakan di sungai Asahan (2000 dan 2001).</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Pada tahun 2001 yang lalu dipercayakan sebagai kapten tim Indonesia dalam kejuaraan Arung Jeram Internasional (Four Square Challenge) di sungai Gangga India dan menjadi manajer tim Indonesia pada Kejuaraan Kayak Arus Deras di Sungai Sedim Malaysia pada tahun 2002.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Pengalamannya di jeram-jeram Sumatra seperti Sungai Wampu, Sungai Bingei, Sungai Asahan, Batang Asai (Jambi) memang mengajarkan banyak hal pada Joni. Seiring dengan hobinya yang mendarah daging, Joni pun menganut filosofi air. “Air selalu mengisi ruang. Jika air terus mengalir maka ia pasti membesar. Ibarat air, sesuatu yang selalu kita tekuni pasti akan mengahsilkan sesuatu yang lebih besar dan terus berkembang,” paparnya dengan senyum penuh arti. (evin bakara)</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p>RAPIDPlus: Komitmen Lebih dari Sekadarnya</p>
<p class="MsoNormal"> <span>            </span>Satu usaha yang dirintis Joni Kurniawan adalah RAPIDPlus. Pengalaman dan hobi yang digelutinya selama ini akhirnya dituangkan dalam sebuah usaha.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Bersama rekan-rekannya RAPIDPlus sebagai adventure &amp; expedition specialist</p>
<p class="MsoNormal">menawarkan rancangan dan pelaksanaan even-even kegiatan di alam bebas, baik lokal, nasional maupun internasional.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Kegiatan yang ditawarkan lembaga yang beralamat di Jalan Setia Budi 206 Medan itu, cukup beragam. Mulai dari paket outdoor training berupa outdoor camp, adventure program, leadership training, dan team building training sampai outing &amp; gathering program, ecotourism, dan outdoor challenge.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Penulis sendiri pernah mencoba arung jeram bersama RAPIDPlus di kawasan Sungai Wampu, Langkat. Alur sungai yang dipilih memiliki grade 2 – 3 itu terlihat cukup menggoda. Sebelum naik ke perahu, setiap peserta diminta melakukan pemanasan ringan. Lalu skipper memberikan petunjuk singkat teknik dasar berarung jeram. Tak ada yang sulit dalam penjelasan yang diberikan. Benar saja, setelah brifing, semua peserta yang memang awam sudah bisa mengikuti arahan skipper melintasi jeram-demi jeram.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>“Rafting yang termasuk dalam bidang yang kami sosialisasikan, dapat diikuti semua orang yang berusia 12 &#8211; 55 tahun. Tanpa harus memiliki kemampuan yang tinggi semua bisa mengikuti petualangan yang seru dan mengasyikkan. Sebuah rekreasi yang sesuai untuk semua orang,” kata Joni.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Menurutnya, RAPIDPlus sebagai lembaga yang cukup aktif memang usaha yang berbasis dari hobi yang kemudian dikembangkannya menjadi bisnis.<span>  </span>Setidaknya dengan komitmen menjadikan alam sebagai media membangun karakter manusia, memberikan nilai lebih dari<span>  </span>sekedar berlatih dan berwisata. “Komitmen ini kami bangun atas dasar<span>  </span>prinsip edukatif, rekreatif dan partisipatif,” ucapnya pasti. (evin bakara)*</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tigerbear.wordpress.com/114/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tigerbear.wordpress.com/114/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tigerbear.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tigerbear.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tigerbear.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tigerbear.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tigerbear.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tigerbear.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tigerbear.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tigerbear.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tigerbear.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tigerbear.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=114&subd=tigerbear&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/joni-kurniawan-hobi-yang-mendarah-daging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a920976d36c70689e96e4f45cf30e8a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tigerbear</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/12/hl-jeram-terjun.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rapid plus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bermain di Derasnya Sungai</title>
		<link>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/bermain-di-derasnya-sungai/</link>
		<comments>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/bermain-di-derasnya-sungai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 16:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tigerbear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outdoor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/bermain-di-derasnya-sungai/</guid>
		<description><![CDATA[Evin bakara
         Sungai yang bergemuruh, meliuk dan menderas merupakan “surga” para penggemar arung jeram. Dihentakan aliran deras yang menurun ini mereka justru menikmati sensasinya.
&#160;
            “Yang paling asyik waktu melewati jeram dan berteriak sekuatnya!” papar Joni Kurniawan, penggiat arung jeram dan pemrakarsa Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) di Sumut.
            Berperahu diderasnya sungai memang terdengar “gila”. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=112&subd=tigerbear&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><font color="#99cc00">Evin bakara</font></p>
<address>       <font color="#3366ff">  </font><strong><font color="#3366ff">Sungai yang bergemuruh, meliuk dan menderas merupakan “surga” para penggemar arung jeram. Dihentakan aliran deras yang menurun ini mereka justru menikmati sensasinya.</font></strong></address>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>“Yang paling asyik waktu melewati jeram dan berteriak sekuatnya!” papar Joni Kurniawan, penggiat arung jeram dan pemrakarsa Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) di Sumut.<a href="http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/bermain-di-derasnya-sungai/terlambung-jeram/" rel="attachment wp-att-113" title="Terlambung jeram"><img src="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/12/hl-utama-jeram.thumbnail.jpg" alt="Terlambung jeram" align="right" border="2" hspace="16" vspace="16" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Berperahu diderasnya sungai memang terdengar “gila”. Tetapi bagi para penggemar arung jeram ini adalah tantangan yang mengasyikkan. Wahana yang digunakan hanya perahu karet, dayung, dan peralatan keselamatan diri (<em>helm, life jacket</em>). Tentu saja harus didukung pengetahuan dan keterampilan arung jeram. Lalu selama sekian jam mereka akan bermain diliarnya sungai.<span id="more-112"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Semakin sulit jeramnya semakin menantang untuk dilalui. Semakin deras alirannya semakin bergairah mereka mengemudi perahu. Semakin berguncang kapal semakin kuat pekikan yang terdengar. Wajah-wajah puas akan terlihat ketika perahu sudah melintasi jeram demi jeram, menghindar lubuk dan bebatuan. Tubuhpun basah oleh keringat bercampur air dan mereka ingin kembali dan kembali lagi menempuh jeram-jeram yang ganas.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Walau kegiatannya terdengar seram bagi awam, arung jeram sebenarnya cukup mengasyikkan jika dilakoni. Asalkan prosedur keselamatan yang ditetapkan dipatuhi dan diamalkan. Berbagai kecelakaan yang mungkin terjadi dari kegiatan ini disebabkan ketidaktahuan dan minimnya pengetahuan tentang arung jeram. Karena itu bagi yang awam atau pemula, perlu didampingi pemandu profesional yang berpengalaman.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>“Pemandu ini akan ikut pada setiap perahu yang digunakan,” kata Joni yang juga mengelola usaha Rapid Plus &#8211; Adventure &amp; Expedition Specialist, termasuk paket arung jeram di Sumut.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Intinya yang ingin berarung jeram (awam) akan dibrifing singkat tentang teknik dasar, lalu pemandu memberikan pengenalan singkat aba-aba. Setelah itu selama berarung jeram, semua peserta mestilah taat pada aba-aba perintah dari pemandu yang menjadi <em>skipper</em> (kapten) perahu.</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><strong>Dari Orad sampai Wisata</strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Arung jeram <em>(rafting)</em> sudah menjadi bagian dari olahraga arus deras (orad). Biasanya dilakukan secara beregu. Perahu yang digunakan terdiri dari banyak macam dan jenis. Biasanya yang berkapasitas 5 sampai 12 orang. <span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Dalam situs FAJI.org disebutkan, setiap orang yang sehat dapat mencoba olahraga arung jeram. Arung Jeram dapat dikategorikan sebagai olah raga petualangan, karena tidak saja mengandung unsur olahraga (<em>sport</em>), tetapi juga petualangan (<em>adventure</em>)  dengan berbagai risikonya.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Unsur olahraga memang sangat menonjol jika ditilik dari gerak fisik dan olah nalar. Selain mengandalkan teknik kayuhan, arung jeram memerlukan ketetapan dalam “membaca” medan, menilai situasi, mengambil keputusan cepat, dan bekerjasama daklam satu tim. Paduan ini membuat arung jeram cukup menarik untuk digeluti sebagai bagian olahraga beregu.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Selain hal-hal itu, biasanya arung jeram juga melewati rute-rute yang cukup eksotis. Pemandangan yang terhampar di sekitar daerah aliran sungai bisa menjadi penawar kerinduan pada kehidupan liar. Pemandangan yang indah dan memukau melintasi hutan, tebing bebatuan, dan keragaman hayati yang terlihat mampu memberikan<span>  </span>keasyikan lebih. Karena itu arung jeram bukan sekadar olahraga biasa, ia juga mengandung unsur wisata yang kental.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Kalau untuk olahraga, umumnya dilakukan di sungai-sungai dengan tingkat kesulitan yang tinggi (biasanya klasifikasi <em>grade</em> atau <em>class</em> 3-5). Tapi untuk arung jeram wisata dipilih aliran sungai yang tidak terlalu “garang”. Biasanya hanya pada <em>class</em> 1-3.</p>
<p class="MsoNormal"><span>            </span>Kenapa <em>sih</em> orang mau ber-arung jeram? Jawabnya bervariasi. Sebagian penggemar arung jeram akan menjawab karena ini merupakan pengalaman yang mangasyikkan, sebagai penawar jenuh dari rutinitas. Beberapa lainnya berpendapat arung jeram merupakan uji keberanian diri dan tantangan. Bahkan sebagian lainnya mengatakan alasan yang sangat sederhana: “Karena saya senang melakukannya!” *</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tigerbear.wordpress.com/112/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tigerbear.wordpress.com/112/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tigerbear.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tigerbear.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tigerbear.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tigerbear.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tigerbear.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tigerbear.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tigerbear.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tigerbear.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tigerbear.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tigerbear.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tigerbear.wordpress.com&blog=2000086&post=112&subd=tigerbear&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tigerbear.wordpress.com/2007/12/14/bermain-di-derasnya-sungai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a920976d36c70689e96e4f45cf30e8a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tigerbear</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/12/hl-utama-jeram.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Terlambung jeram</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>