Feeds:
Tulisan
Komentar

Berburu di Perairan

evin bakara

             Sasarannya berada di bawah permukaan air. Kadang terlihat jelas, terkadang hanya siluet atau tidak terlihat sama sekali. Tapi itulah tantangan bagi mereka, para pemburu ikan.

           marlin strike Berburu memang bukan hanya di daratan, tetapi bisa juga di air. Bagi para pemancing, air adalah medan petualangan mereka. Laut, danau, sungai atau kolam, masing-masing punya tantangan yang berbeda. Selain jenis ikan yang diburu beragam, teknik dan suasana lingkungannya juga beda.

            “Memancing itu adalah seni!” kata A Zen (Eddy Tukimin), pemilik toko Rezeki Pancing Jalan Merbabu 21 B-C Medan, yang juga “penggila” mancing. Lanjut Baca »

Mengenal Rock Climbing

© Evin H Bakara

       Climbing     Bagai seekor cicak, mereka menempel di gugusan cadas yang menjulang. Bulir-bulir peluh mengalir di otot-otot yang liat. Tangannya lincah merengkuh rekahan dan tonjolan bebatuan. Sabar, teliti, dan hati-hati, senti demi senti merayapi tebing hingga berakhir di puncak. Lalu bias kepuasan terbersit dari wajah mereka, para perayap cadas!

Panjat tebing (rock climbing) adalah satu dari sekian banyak alternatif kegiatan alam bebas. Berbeda dengan kegiatan petualangan alam lainnya, rock climbing dilakukan pada medan jelajah yang relatif ringkas. Wahana tebing alam atau gugusan cadas adalah medan petualangannya. Kemampuan si pemanjat (climber) untuk merayapi tebing-tebing ini bukan hanya tergantung pada daya tahan fisik dan keterampilannya, melainkan harus dipadukan dengan strategi dan teknik yang tepat. Lanjut Baca »

Evin H Bakara

Otot, otak, dan nasib. Tiga hal itu yang diucapkan Juned Iskandar untuk menggambarkan seni merayap di tebing-tebing alam. Selaku seorang “penggila” rock climbing (panjat tebing), ia sudah merasa betapa otot yang terlatih, otak yang harus berpikir cepat dan sekian persen nasib sangat berpengaruh pada keberhasilan sebuah pemanjatan tebing.

Enam belas tahun yang lalu, Juned mengawali hobi bertualangnya. Saat ia masih duduk di kelas satu SMA Methodist 1 Medan. Anak ketiga dari lima bersaudara ini mendaftarkan diri mengikuti Diksar Gabungan Pencinta Alam (Gapala) di sekolahnya. “Aktifitas alam bebas itu seru, menantang dan penuh petualangan!” papar lelaki kelahiran 17 Juni 1974 ini. Lanjut Baca »

Di Tepian Ladang Jagung

Oleh Oom Evin

ladang jagungDesa Maju Jaya, baru saja panen raya. Ratusan hektar ladang jagung yang terpisah-pisah tampak sudah dipangkas. Beberapa keranjang berisi sampah dedaunan yang mulai kering, berjejer di masing-masing petak ladang.

            Panen raya jagung adalah masa puncak ketika para petani jagung memetik hasil maksimal dari tanaman berumur 3 – 6 bulan itu. Karena panen raya kali ini cukup memuaskan, banyak petani yang berwajah riang dan mendapatkan hasil penjualan yang lumayan. Lanjut Baca »

Bukan Sekadar Buku

Oom Evin

           360px-open_book_01svg.pngApa sih menariknya buku? Begitu yang selalu terlintas di benak Nando. Ia tak pernah bisa menyukai buku. Sebuah benda yang baginya hanyalah kumpulan kertas dengan tulisan yang dihiasi gambar atau foto yang membosankan. Memang terkadang ada juga gambarnya yang menarik, namun ia sama sekali tak pernah tertarik untuk membaca buku.

            Nando sudah berusia 9 tahun dan sudah duduk di kelas 3 SD. Ia sebenarnya bukanlah murid yang menonjol di kelasnya, karena ia klebih suka bermalas-malas atau menghabiskan waktu bermain ketimbang belajar apalagi membaca buku. Maka nilai ujian yang jeblok sudah menjadi hal biasa baginya, dan nilai bagus adalah sesuatu yang hanya menjadi mimpi untuknya. Lanjut Baca »

Kitty

Oleh Oom Evin

Seharusnya Kitty bersyukur. Ia terlahir sebagai kucing yang berbulu indah, kemilau, lebat, dan belang tiga warna. Hampir semua kecantikan kucing melekat padanya. Namun Kitty selalu merasa belum puas, ia ingin lebih cantik dan lebih dan lebih cantik lagi…

anak kucing Kitty memang masih sangat muda. Usianya barulah enam bulan. Ia hidup di sebuah rumah mewah di kompleks perumahan di pinggir kota. Dipelihara seorang anak perempuan yang begitu menyanyanginya. Semua kebutuhan hidup Kitty terpenuhi. Ia punya tempat tidur istimewa berlapis kain satin yang lembut. Punya tempat makan porselin dan tempat minum keramik yang indah. Setiap hari ia mendapat makanan yang bersih, bergizi, dan berkecukupan. Lanjut Baca »

Rakuna bin Andaliman

Oleh Oom Evin

Rakuna bin Andaliman, bocah berdarah campuran Tajikistan, Banglades, dan Batak. Yatim piatu sejak balita dan kini diasuh pamannya Sutan Salim. Rakuna bin Andaliman punya sifat menyendiri dan sangat tertarik dengan sains. Ia cenderung lebih suka berpikir dan sibuk dengan aneka eksperimen yang disebutnya ilmiah.
Di kalangan bocah umur 10 tahun, Rakuna bin Andaliman memang amat berbeda. Manakala anak-anak lain suka bermain gundu, sepak bola, berlarian dan sesekali main PS, Rakuna lebih memilih membaca buku ensiklopedi sains atau membedah biji mangga atau merakit perangkat elektronik kit sederhana di kamarnya. Lanjut Baca »

Rambot si Tupai Pemalas

Oom Evin

tupai nyantap bebijian Kehidupan tupai-tupai pohon di belantara itu amatlah sibuk. Sepanjang hari sejak pagi sampai menjelang petang mereka belarian mengendus makanan. Semua jenis biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong adalah favorit mereka. Hutan adalah gudang makanan yang terkadang melimpah, terutama di musim panas. Namun saat musim hujan tiba, makanan adalah sesuatu yang sulit didapat.

Membaca situasi alam, tupai-tupai pohon di hutan itu pun giat mencari makan saat musim panas sedang berlangsung. Paman Nutty, seekor tupai pohon yang terkenal paling giat, menjadi pemimpin gerombolan tupai di hutan itu. Ia selalu mengingatkan seluruh tupai-tupai yang lain untuk mengumpulkan makanan setiap hari. Lanjut Baca »

Misteri Buah di Pekarangan

Oom Evin

             Maiara  kaget. Sebuah sawo setengah busuk terpapar di pekarangan samping rumahnya. Pekarangan sempit yang hanya ditumbuhi rumput liar dan belukar merambat yang berbunga.

buah sawo matangIa melihat buah itu secara kebetulan. Sehabis mandi sore tadi, ia iseng memandang keluar jendela. Namun matanya  tertumbuk pada buah sawo yang tergeletak di pekarangan samping itu, persis di sebelah luar jendela kamarnya. Ia merasa tak pernah makan sawo dalam satu dua hari ini. Lalu dari mana datangnya buah itu? Lanjut Baca »

Si Kunil

Oleh Oom Evin

             Terlahir sebagai ulat mungil yang kecil, membuat si Kunil merasa kerdil. Ia baru saja menetas dari sebuah telur yang ukurannya juga kecil. Menghirup pertama kali udara alam raya yang teramat luas memang memberi kelegaan luar biasa padanya. Namun itu segera berakhir ketika ia menatap cangkang telurnya yang hanya sedikit lebih besar dari ujung kutil.

            Kupu-kupuWalau awalnya ia gembira, namun setelah melihat semesta di sekitarnya si Kunil jadi murung. Ia ternyata hanyalah hewan kerdil yang kalah jauh ukurannya dengan siput pemakan daun, atau belalang sangit yang berada tak jauh dari daun tempatnya menempel.   “Waduh, mengapa aku terlahir menjadi ulat yang kecil meringkil ya?” desahnya. Ia tak memahami mengapa ia terlahir sebagai hewan yang mungil. Lanjut Baca »

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »