Peluru dari Alam Liar

27 10 2007

J

 

auh di pedalaman hutan Amazon, Amerika Selatan, merebak kisah tentang pasukan penyengat yang ditakuti di dunia serangga. Raksasa di kelas semut ini tampil sangar dengan corak warna merah kehitaman. Ia adalah semut paling beracun di pedalaman hutan tropis dunia.

semut peluruSemut peluru adalah sebutan baginya. nama ini muncul karena sengatannya yang sangat kuat dan meninggalkan racun menyakitkan. Rasa sakit bagiakan terkena tembakan peluru.
Rasa sakit yang dibarengi rasa terbakar dan perih itu bisa berlangsung selama 24 jam.

Klasifikasi ilmiah menggolongkannya dalam keluarga Formicidae, genus Paraponera, dan spesiesnya Paraponera clavata (bullet ant). Ia tersebar di sepanjang hutan pantai Atlantik, mulai dari hutan hujan dataran rendah Nikaragua sampai pedalaman hutan Amazon.

Ia tergolong semut primitif yang tetap bertahan dengan insting bertahan hidup yang primitif juga. Para ahli meyakini bahwa semut peluru adalah salah satu spesies semut tertua yang masih bertahan hidup hingga abad 21 ini.

Walau reputasinya menakutkan, semut-semut peluru sebenarnya serangga yang cinta damai. Lebih suka menghindari konflik dan bersarang di bawah pohon berkayu. Ia membentuk koloni besar yang berjumlah ribuan semut dalam satu sarang.

Semut peluru, cenderung non agresif. Ia hanya melakukan serangan bila sarangnya diganggu, teritorinya diusik, atau jika tubuhnya disentuh. Jika hal itu terjadi maka semut-semut peluru akan melakukan serangan mematikan, baik secara pribadi mau pun berkelompok.

Predatorparaponera.jpg

Ukuran tubuh semut peluru memang terbilang “raksasa” untuk semut. Rata-rata berukuran 1,8 cm – 2,5 cm, untuk semut peluru kelompok pekerja. Itu masih dilengkapi dengan capit berukuran besar dan kuat. Karena itu ia punya julukan lain sebagai giant tropical ant (semut tropis raksasa).

Kebiasaan hidup semut ini tak jauh beda dengan semut-semut lainnya. Bekerja secara berkelompok, melakukan pembagian manajemen yang sempurna, membangun sarang berkamar di bawah tanah, dan mengelompokkan anggota koloni dalam kasta-kasta.

Pembedanya barangkali karena semut peluru cenderung lebih suka berburu pada musim-musim tertentu. Walau kesehariannya ia juga mengumpulkan air, nektar, serpihan tumbuhan, tetapi ia sangat gemar berburu daging segar atau menjarah bangkai. Maka ia juga menyandang istilah keren predator – scavenger.

Mangsa utama semut-semut peluru adalah serangga lain yang lebih lambat dan lemah. Namun dalam daftar menunya terdapat jenis arthropoda (hewan berbuku an berkaki banyak) dan invertebrata (hewan tak bertulang belakang), atau sesekali vertebrata (hewan bertulang belakang) kecil yang malang. Jika dirasa perlu, batalion semut peluru juga mampu menyerang koloni lebah. Tujuannya untuk merampok sarang dan mencicip madu!

Perburuan intens dilakukan oleh semut-semut pekerja, namun pengintaian di teritori mereka dilakukan oleh semut penjelajah (tracker).

Racun Mematikan

Senjata ampuh semut-semut peluru adalah jepitan rahang yang kuat dan racun kimia yang mengalir ke pembuluh saraf. Efek sebuah sengatan adalah rasa terbakar, sakit luar biasa, mati rasa, dan kejang.

sa_pic_049.jpg

Satu gigitan semut peluru akan menyebabkan rasa sakit luar biasa, bisa menyebabkan demam, dan rasa sakit yang bertahan dalam hitungan 24 jam. Jika ingin tahu rasa gigitan dan racunnya, persis seperti luka akibat tembakan peluru.

Seandainya satu gigitan kita masih bisa bertahan, bagiman jika belasan semut melakukan serangan serentak? Kematian perlahan tapi pasti akan terjadi.

Senjata ampuh ini yang membuat semut-semut peluru disegani banyak predator serangga. Karena ia akan melakukan formasi bertahan ketika burung atau kadal mencoba memangsanya.

Biasanya semut peluru akan memberikan signal terlebih dahulu dengan bebauan khas dari kelenjar tubuhnya. Signal ini akan memperingatkan musuhnya bahwa ia siap melakukan serangan balasan seandainya diserang. Sesuai dengan hasil penelitian, racun semut peluru tergolong yang paling menyakitkan dari semua jenis racun serangga yang dikenal! (evin bakara)


Aksi

Information

4 responses

23 04 2008
irene

ih.. ngeri..

18 06 2008
mardiyo

kalo di kampungku itu namanya semut cathang

29 12 2008
bastian

cocok tuh dipake jd senjata….

2 04 2009
mardiyo

awas semut cathang nek nganti mlebu meng njero kathok sing agi dienggo ……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: