Bakara, Lembah Penuh Pesona

21 12 2007

Deretan perbukitan memagari lembah itu. Air danau yang hijau kebiruan terhampar di satu sisinya. Dua benteng alam itu menjaga kehidupan masyarakatnya sejak ratusan tahun yang lalu. Sepotong keindahan di tanah Batak yang dikenal sebagai Bakara.

bakara viewBakara adalah bentangan lembah datar seluas ratusan hektare. Sebuah kampung yang penuh pesona dengan wisata alam dan budaya yang tersohor hingga ke negeri lain. Wilayah administratifnya di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Lembah yang berjarak belasan kilometer dari Dolok Sanggul itu terdiri dari beberapa desa dan dusun. Dibelah oleh dua aliran sungai besar yang berair deras. Sungai terbesar yang dominan adalah Aek Silang yang bersumber dari air terjun yang tercurah dari bentangan perbukitan. Sungai kedua yang lebih kecil bernama Aek Simangira. Keduanya mengaliri beberapa desa dan bermuara di Danau Toba.

Uniknya, kedua sungai ini dengan mudah bisa dikenali dari warna air yang terlihat. Aek Silang berair coklat kemerahan. Warna yang terbias dari dasar sungai yang bertanah liat coklat dan lelumut kecolkatan. Sementara Aek Simangira warnanya cenderung putih, karena dasarnya yang berpasir tertutupi bebatuan kali.

Kedua sungai ini adalah sumber air utama bagi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus warga di seluruh lembah Bakara. Namun ada juga sekian rumah yang memanfaatkan sumur dan air tanah sebagai penyedia air minum.

Relief bukit, sungai, dan hamparan Danau Toba menawarkan alam asri nan indah di lembah Bakara. Ada banyak alternatif tempat dengan lansekap pemandangan mempesona yang bisa dinikmati dari sini.

Panorama Alam

Suhu di lembah Bakara relatif dingin dan sejuk sepanjang hari, dengan tebaran banyak mata air (mual). Mata air utama yang terbesar adalah Aek Sitio-tio. Lokasinya persis di tepian sungai.

Tempat pemandian alam yang dulunya berupa telaga kecil itu bersumber dari mata air “abadi” yang dinaungi sebuah pohon besar sejenis hariara (sejenis beringin) yang airnya tak pernah kotor. Sepanjang tahun selalu bersih, jernih, dan dingin. Lokasi itu kini menjadi sumber air utama bagi warga sekitar untuk kebutuhan minum dan mandi.

Kejernihan dan kesejukan Aek Sitio-tio selalu “memanggil” pengunjung untuk berendam di sana. Rugi rasanya jika tidak mencoba telaga yang dulu pernah jadi tempat istirahat favorit tentara Belanda masa kolonial.

Selain telaga, di Bakara juga banyak ditemui air terjun. Hampir si setiap penjuru terhampar air terjun besar maupun kecil. Semuanya punya kekhasan tersendiri. Namun yang paling dikenal sebagai obyek wisata adalah Aek Sipangolu.

Aek Sipangolu adalah air terjun yang dipercaya sebagai air suci yang mengandung unsur dasar perawat kehidupan. Penduduk sekitar sejak dulu kala percaya air tersebut bisa menjadi “obat” bagi banyak kebutuhan.

Para pengunjung yang ingin merasakan sejuknya air terjun ini, ada tempat pemandian umum. Sumber airnya langsung berasal dari aliran Aek Sipangolu. Atau yang ingin membawa pulang airnya, boleh juga. Ada jerigen yang disediakan di dekat lokasi air terjun tersebut, khusus untuk pengunjung yang ingin membawa air Aek Sipangolu sebagai oleh-oleh.

Dari pinggiran aliran air terjun ini, kita bisa melahap pemandangan danau toba dari sisi yang lain. Atau boleh juga beristirahat sambil minum kopi atau teh dari warung sederhana yang dikelola penduduk lokal.

Wisata Budaya

Lembah Bakara cukup subur dan menjanjikan hasil panen yang baik untuk tanaman padi, bawang, dan palawija. Sejak dulu Lembah Bakara sudah dikenal bahkan tersohor sampai ke Negeri Belanda, sebagai lembah eksotis yang menyimpan muatan sejarah dan budaya.

Bakara sendiri merupakan pusat pemerintahan Sisingamangaraja I – XII, persisnya di Desa Lumbanraja.

Sejak pemerintahan Sisingamangaraja ini, adat dan budaya Batak semakin mengental karena sang raja yang kharismatik menyebarkan ajaran kebaikan dan kebajikan yang berakar dari adat istiadat Batak. Sisingamangaraja menjadi teladan dan panutan raja-raja Batak di sekitarnya. Sehingga ia dianggap sebagai raja dari segala raja dalam bidang moral.

Kompleks istana kerajaan Sisingamangaraja di Lumbanraja, yang terdiri dari deretan empat Ruma Bolon masih bisa dilihat hingga kini. Pada Desember tahun lalu, proyek renovasi situs Sisingamangaraja tersebut rampung dikerjakan. Proyek APBD 2005 yang dimulai sejak 26 September 2005 itu merenovasi ulang tiga deretan bangunan utama istana.

Bangunan yang direnovasi berkalali-kali sejak puluhan tahun lalu itu, bukan lagi bangunan asli. Bangunan asli udah dibumihanguskan pada masa Perang Batak berkecamuk (1877 – 1907) melawan tentara Kolonial Belanda.

Kemudian di dalam kompleks istana persis di halaman depan deretan Ruma Bolon, terdapat sembuah makam berupa bangunan persegi panjang yang terbuat dari semen yang dilengkapi ornamen Batak, ukiran bendera kerajaan Sisingamangaraja, cap (stempel) Sisingamangaraja, dan sebuah prasasti beraksara Batak Toba.

Lalu di persis di luar kompleks yang dipagar keliling dengan batu dan besi itu, masih bisa ditemukan satu situs yang unik. Namanya Batu Siungkap-ungkapon. Situs batu berdiameter 80-an cm ini konon dulunya digunakan dalam ritual untuk meramal dan memprediksi hal-hal yang sangat penting, terutama dalam bidang pertanian.

Mengunjungi Bakara, Anda bukan saja bia menikmati keindahan alam, sejuknya udara, dan suasana pedesaan yang asli, tapi juga bisa melihat situs sejarah yang sangat penting dalam sejarah kerajaan Batak menentang Kolonial Belanda di masa lalu. (evin bakara)*


Aksi

Information

11 responses

10 02 2008
tobadreams

salam kenal Lae Evin Bakkara. Wah keren betul blog Lae ini. Artikel-artikelnya berbobot. Kalau boleh aku mau kutip untuk kutampilkan di blog aku.

Raja Huta

http://tobadreams.wordpress.com/

9 05 2008
ady Tanjung

Dari cerita cerita Abang ,rasanya saya ingin pulang ke Medan untuk melihat keindahan Sumut

30 05 2008
brights

Brights says : I absolutely agree with this !

7 10 2008
Sitohang Par Bintan

Horas lae,

Salam kenal. Saya menantu par sitio-tio. Pemilik kedai dekat mual itu adalah kakak kandung mertua saya yang rumahnya hanya berjarak satu rumah dari kedai itu.

Kapan-kapan saya bawakan beberpa kaleng tiger beer dari Bintan untuk menemani kita ngobrol-ngobrol di sana.

7 10 2008
josmen

kerajaan bakara
yang mempesona..

13 11 2008
christian Bakara

horas..appara.. manggil apa aku harusnya ya? hehehehehe… appara aja ya..hahahaha..kenalkan pra..
aku christian bakara,di jakarta ..perantau… bakara dolok( op.toga mardongan) keluarga besar di siantar….salam hangat dan salam kenal buat appara ya.. semoga makin sukses dengan tulisan2 di blog ini… bagus bagus appara…

horas!….

25 03 2009
tigerbear

Horas ma dihamu sudena angka apara lae, diongan, amang… horas jala gabe!

17 04 2009
akil

benar…benar….
mual sitio-tio memang ga ada tandingnya

4 08 2009
thanny

setelah baca tentang bakara itu..
aq pengen cepat2 pulanhg kampung.
alnya udah hampir 1 tahun aq ngak pulang2

aq pengen sekali pulkam………

aq kangen ma kampung halaman q

24 08 2009
PM BANJARNAHOR

BAKARA TOBING BAKARA SITUTU
NAMARDINDINGKON DOLOK
MARHIRE HIREHONOMBUN
PARNINGGALA SIBOLA TALI
PARGADU GADU SIBOLTAKLANGIT
AEK SILANG HABAORAN NI PASU
MAMORNOKI LUAT BAKARA
PARTOMBAK SULU SULU
PARHAU SAKKA MADEHA
HATUBUAN NI RAJA SISINGAMANGARAJA
HORAS
(PMB)

26 09 2009
tigerbear

horas dihita sude….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: