Misteri Jeritan dari Luar Angkasa

24 03 2009

Raungan aneh menggema di luar angkasa. Tak seorangpun yang tahu apa penyebabnya. Siapa bilang angkasa itu sunyi?


Satu tim ahli astronomi telah menemukan suara kosmik aneh yang enam kali lebih kuat dari yang didugaan. Gelombang suara itu tentunya tak bisa melintasi ruang hampa udara, seperti kebanyakan tempat di luar angkasa, atau setidaknya suara tak bisa merambat secara efektif di tempat seperti itu. Namun gelombang radio bisa menembus ruang hampa itu. Gelombang radio bukanlah gelombang suara, tetapi tetap saja merupakan gelombang elektromagnetik, yang terkondisi pada frekuensi paling rendah di spektrum cahaya.

Sejumlah besar obyek di alam raya, termasuk bintang-bintang dan quasar, memancarkan gelombang radio. Tak kecuali galaksi kita Bima Sakti (Milky Way), memancarkan sebuah desisan statis. Sebuah desisan yang pertama kali terdeteksi oleh Karl Jansky pada 1931. Galaksi lain juga mengirimkan latar desisan radio.

Namun signal yang terdeteksi baru-baru ini, dideskripsikan pada Rabu lalu (Seperti yang dilansir dari Sapcecom dan Yahoonews pada pertemuan ke-213 American Astronomical Society, sebagai suara terkuat paling jauh dari yang diduga para ahli.

Ada sesuatu yang baru dan sangat menarik sedang berlangsung di luar atmosfer Bumi, begitu ungkapan Alan Kogut dari Pusat Penerbangan Angkasa Goddars – NASA, di Greenbelt.

Satu tim yang dipimpin Kogurt berhasil mendeteksi signal tersebut dengan perangkat balon angkasa bernama ARCADE (Absolute Radiometer for Cosmology, Astrophysics, and Diffuse Emission).

Pada Juli 2006, istrumen itu diluncurkan dari Fasilitas Balon Sains Columbia milik NASA di palestine, Texas, dan mencapai ketinggian sekitar 36.500 meter), area lapisan tipis atmosfer yang bersentuhan langsung dengan ruang hampa udara luar angkasa.
There is “something new and interesting going on in the universe,” said Alan Kogut of NASA’s Goddard Space Flight Center in Greenbelt, Md.

Misi ARCADE adalah mencari tanda-tanda angkasa dari panas yang dihasilkan generasi pertama bintang, namun justru ia menangkap raungan dari luar angkasa. Sejauh ini raungan tersebut tetap menjadi misteri. Para ilmuwan menegaskan mereka sungguh tidak mengetahui suara apa sebenarnya itu…

Apakah ini merupakan hasil peristiwa alam di luar angkasa, berkas pantulan gelombang radio dari Bumi, atau adanya signal radio dari planet dan galaksi lain yang dihasilkan mahluk luar angkasa? * (disarikan dari berbagai sumber)


Aksi

Information

One response

24 03 2009
virleto

wah,info gud.oh yah kunjungi blog aku di http://virleto.wordpress.com disana kalian bisa mengetahui ulasan tentang taman nasional komodo yg berjuang untuk menduduki posisi satu di http://www.new7wonder.com




%d blogger menyukai ini: