Menguak Misteri Kain Kafan dari Turin

1 12 2009

Shroud_of_TurinKain kafan dari Turin yang diperkirakan sebagai pembungkus tubuh Yesus Kristus telah menjadi kontroversi sekian lama. Namun seorang peneliti Vatikan mengklaim bawa ada sejumlah tulisan yang hampir tak terlihat pada Kafan dari Turin (Shroud of Turin) itu memberikan bukti keotentikan artifak yang dipakai Yesus ketika Ia dimakamkan.

Klaim itu dibukukan dalam sebuah buku baru karya sejarawan terkemuka Barbara Frale berjudul: “The Shroud of Jesus Nazarene”. Ia secara langsung “menyerang” ilmuwan yang menyatakan kain kafan itu berasal dari kain buatan Abad Pertengahan itu adalah salah besar!

Frale, seorang peneliti di arsip Vatikan, kemarin (20/11) menyatakan bahwa ia sudah menggunakan program komputer untuk memperbesar imej tulisan berbahasa Yunani, Latin, dan Aramais yang hampir tak terlihat dan tersebar di kain kafan tersebut. Ia menemukan kata-kata, termasuk nama “Jesus Nazarene” dalam bahasa Yunani, yang membuktikan teks tersebut bukan berasal dari abad pertengahan.

Kafan tersebut memang jelas-jelas meninggalkan bekas figur seorang lelaki yang disalibkan, lengkap dengan bercak darah dari tangan dan kaki yang bekas dipaku. Menurut kaum yang percaya imej Kristus terekam pada serat linen kala Ia bangkit dari kematian, dan Kain Kafan dari Turin adalah kafan Kristus.

Artefak yang rapuh (Kafan dari Turin) itu dimiliki oleh Vatikan, ia tetap terkunci dalam ruang perlindungan khusus di Katedral Turin dan jarang bisa dilihat.

Sebelumnya, tes penanggalan radiokarbon yang dilakukan tahun 1988 menunjukkan bahwa kafan tersebut berasal dari abad ke-13 atau ke-14.
Sementara tulisan tersamar yang tersebar di sekitar citra muka pada kafan tersebut baru teramati pada akhir tahun 1990-an. Penuturan Frale kepada The Associated Press spereti yang dikutip dari Yahoo!News, para peneliti terdahulu melewatkan bagian itu dalam tes yang dilakukannya.

Manakala Frale melihat pertanda itu, ia pun memotretnya dan melakukan perbesaran lewat komputer. Lalu ia memperlihatkannya pada para ahli, yang kemudian (para ahli) menyimpulkan bahwa gaya penulisan seperti itu adalah ciri khas dari masyarakat Timur Tengah pada sekitar abad Pertama – yaitu di masa Yesus.

Frale sangat yakin, berdasarkan patron budaya masyarakat Timur Tengah di masa itu, bahwa teks tersebut dituliskan sebagai dokumentasi oleh juru tulis kala itu dan menempatkannya di bagian kepala kain kafan agar jenazah bisa dikenali oleh kerabat dan keluarganya sebagai bagian dari tradisi pemakaman.

Sekitar delapan kata berhasil diidentifikasi Flare. Ada yang dalam bahasa Aramais yang belum bisa diterjemahkan, kata lainnya dalam bahasa Latin dengan tulisan yang terbaca: “iber”, diduga dari jaman kekuasaan Kaisar Tiberius. Kaisar yang berkuasa pada jaman yang sam dengan masa Yesus disalibkan.

“Aku melakukannya (penelitian) secara objektif dan tidak mencampurbaur-kannya dengan isu yang berkaitan dengan reliji,” papar Frale kepada AP. “Aku menelitinya dari dokumen-dokumen kuno tentang eksekusi seorang lelaki, pada waktu dan tempat yang spesifik.”

Frale mencatat dalam bukunya bahwa penelitiannya dilakukan berdasarkan dokumen dan naskah Kuno Italia serta arsip-arsip Vatikan yang tak dipublikasikan. Dalam salah satu naskah kuno itu ada disebutkan soal para Kesatria Templar (Knights Templar) yang pernah memiliki kain kafan khusus yang berharga. Lantas dalam catatan sejarah kain kafan yang sama dimiliki Satria Prancis sekitar tahun 1360.* (berbagai sumber)

link:
http://www.medantalk.com/menguak-misteri-kain-kafan-dari-turin/


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: