AKU

Jauh di pedalaman Kalimantan Timur, ada sebuah tempat yang dikenal sebagai Loa Janan. Sebuah kecamatan yang terletak persis di pusat Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kecamatan Loa Janan dibelah Sungai Mahakam yang merupakan jalur transportasi utama menuju wilayah pedalaman.

Di sebuah rumah di Loa Janan, persis di tepian Sungai Mahakam yang wilayahnya berbatas dengan Samarinda, diriku terlahir sebelum matahari pagi 26 Juni 1974 terbit.

akuKabut yang menyaput tepian Mahakam meredam tangisku… membawa kabar ke wilayah pemukiman dan terus merambat ke hutan pedalaman. Kuhabiskan masa kecil yang memesona di tanah Dayak. Sesekali menikmati keindahan Istana Kutai Kartanegara, bermain ketingting bersama Bapa di aliran Mahakam, atau menemai Mama meniti rakit dan perahu saat pekan di pasar terapung Samarinda.

Sungai Mahakam jua yang hampir menelanku, di tiga tahun pertama umur mudaku. Sungai lebar, besar, dan ramai itu menanamkan trauma akan kematian. Membuatku sulit bergaul dengan sungai dan perairan yang dalam… Sebuah ketakutan yang menyisakan teror jauh bagian memori masa kecilku!

Hanya lima tahun diawal hidupku, negeri hijau Kalimantan yang tetap mengental dalam ingatan hingga kini. Disisa lain usiaku, aku pun berpindah tempat ke Sumatera Utara. Dari wilayah bersuhu dingin Sidikalang sampai ke ibukota propinsi yang panas, Medan.

Dengan semua perubahan kultur, bahasa, dan tatanan sosial itu, aku pun tumbuh dan berkembang. Sebagai anak terakhir dari empat bersaudara, aku mengembangkan diri menjadi apa adanya aku. Hingga kini bahagia bersama istri yang kucintai, Rina dan putri pertamaku, Maiara Dara yang imut he..he..he…

Sejak kecil, aku tertarik dengan rimba belantara, gunung, tebing, danau, telaga, dan laut… YA, aku begitu mengagumi alam raya, sebagai karya agung TUHAN! Karena itu sejak usiaku masih sembilan tahun, aku sudah melakukan petualangan ke belantara!
Mendaki gunung, panjat tebing, menyusur hutan, dan aneka petualangan ke daerah pedlaman yang sunyi sepi adalah sebuah panggilan bagiku…

Selama duapuluh tahun lebih aku mengembara di wilayah yang jarang disentuh manusia, kecuali keragaman hayati alam liar. Aku justru menemukan “kesadaran” akan hidup, mana kala menikmati kesunyian alam di antara gerakan hewan, dedaunan, hembusan angin dan hijaunya alam.

Aku hanyalah orang biasa, yang bekerja sebagai seorang jurnalis di sebuah media lokal di Medan. Hobi menyandang ransel, bertualang, menulis, memotret, dan selalu ingin berkarya…

Jika suatu saat bertemu denganku, panggil saja namaku Evin H Bakara! Sebagian sahabat rimba memanggilku Baday!

PEREMPUANKU

frinniePerempuanku, yang menambat raga dan batinku adalah seorang perempuan bersahaja. Penampilannya sederhana, namun ia menyimpan permata tersembunyi di balik kesederhanaannya.

Bisa dibilang ia perempuan yang mahir memetik gitar, cerdas memainkan pena di atas kertas, dan suka mengintai dari balik kamera. Persamaan terbesar dari kami adalah dunia berbau kertas dan lensa kamera, atau kencan favorit di toko buku, menghabiskan waktu dengan membolak-balik buku, membahas karya sastra atau soal ini dan itu, bermain air atau hanya sekadar duduk menikmati kopi! Yang namanya kopi, ha… ha… ha… kami pernah menjadi penggila kopi!

Pertemuan berawal dalam sebuah launching buku “Koin Satu Miliar” – Kumpulan cerpen karya Jurnalis Medan, 2002, di sebuah resto di tepian kota Medan. Ada satu kebetulan tak sengaja. Kami adalah dua penulis dari belasan penulis dalam buku itu. Inisial nama kami berawal dari huruf E, hingga posisi pada biodata penulisnya adalah berderet persis lengket! Dari pertemuan yang sedikit “lucu” yang ditandai dengan rangkaian melati… dan berkat bantuan seorang teman, kami akhirnya dipersatukan lewat cerita romantika yang panjang! Melewati puluhan panggung musik, puluhan judul buku, dan ratusan lembar foto.

titangPerempuanku ini enam tahun lebih muda dariku, karena ia terlahir pada 12 April 1980. Perempuan berdarah Batak dan Karo dengan nama lahir Elprina Limbong. Namun aku suka menyapanya Rina, seperti juga orang-orang terdekatnya menyapa!

Pada akhir Mei 2006, kami merajut tali pernikahan dan bertualang bersama di dunia khayal dan nyata!

Sampai ketika huruf demi huruf ini terangkai, kami sudah memiliki seorang putri kesayangan pertama kami yang lucu dan imut… MAIARA DARA APHRODITE BAKARA. Buah cinta yang terlahir pada 25 April 2007… seorang putri kesayangan yang kuharap bisa merajut kisahnya sendiri! * (171107

9 responses

1 02 2008
nirwan

woiii…gaya ko tu…memang ko beruntung ya…jadi orang terganteng di keluarga baru…😀

jadi kata si nande, “gak ada yang bisa menyaingi kegantenganmu.”

hehehehe …

10 02 2008
Robert Manurung

Salam kenal Lae,
aku tinggal di Jakarta, berkeluarga, pernah bekerja sebagai jurnalis di harian Merdeka

Horas!

28 02 2008
ann!sha

Salam kenal. Saya menikmati tulisan2 anda.

23 04 2008
Adnun

hai, salam kenal dari Jambi🙂 n pls lihat juga blog ku tentang harimau di jambi, hasil penelitian kami dari ZSL (Zoologiocal Society of London) INDONESIA; harimaujambi.blogspot.com n http://www.zsl.org

thx n best regards
A.S.

16 06 2008
tigerbear

ya, terimakasih untuk semua antensinya…
ZSL viva, bro!

16 08 2008
as-ujung

Tulisannya mantap sesuai dengan gaya merokoknya. Salam kenal lae…,http://mikekono.wordpress.com

15 01 2009
Hanafi

Hi Salam Kenal
salut

25 03 2009
tigerbear

Salam damai untuk semua!

9 07 2009
la_vista2000@yahoo.com (bayu Manik)

allow serrrrrrrrrrrrr…
ini aq Anak didik ser yang pertama x ser ajar di LP3I glugur tuh… ( itu kata ser kemaren )

kami dullllllllllllllllllllllllllllllllllllllllu sangat senang dengan cara ngajar na….
walaupun kami rada2 susah menerima na….

oh ya…

ser ngambil kkQ ya ( LIMBONG dengan MANIK satu, itu menurut adat BATAX…)

oke serrrrrrrrrrrr…
suksessssssssssssss selalu …

VIVAAAAA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: